Benarkah Jodoh Sudah Ditentukan Allah? Kenapa Masih Ada Perceraian, Berikut Penjelasannya

Bondowoso,FAKTUAL.CO.ID – Jodoh merupakan sebuah misteri dalam kehidupan manusia. Sehingga kebanyakan manusia tidak tahu dia berjodoh dengan siapa. Bahkan ada yang sudah menikah, punya anak kemudian cerai.

Pada dasarnya, manusia diciptakan berpasang-pasangan, hal tersebut sesuai firman Allah SWT yang diabadikan di dalam Al-Quran, QS. Ar-Rum ayat 21:

“وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ”

Artinya : Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.

Di ayat lainnya, Alllah SWT juga menegaskan bahwa manusia memiliki pasangan, seperti yang termaktub dalam QS. An-Nahl ayat 72.

“وَاللّٰهُ جَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا وَّجَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْ بَنِيْنَ وَحَفَدَةً وَّرَزَقَكُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِۗ اَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُوْنَ وَبِنِعْمَتِ اللّٰهِ هُمْ يَكْفُرُوْنَۙ”

Artinya :Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau istri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rezeki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah?

JIKA JODOH SUDAH DITENTUKAN ALLAH?KENAPA ADA PERCERAIAN.

Para ulama menyebut bahwa jodoh itu adalah takdir, namun demikian takdir itu bisa diubah dengan ikhtiar manusia atas kehendak Allah SWT.

Ada yang sempat menikah bahkan punya anak, kemudian cerai. Para ulama juga menyebut bahwa cerai itu juga bagian dari takdir yang berasal dari ikhtiar manusia.

Dalam menjalani hubungan rumah tangga pasti ada cobaan, ujian. Jika pasangan suami isteri bisa melewati badai tersebut. Maka ia akan mendapatkan “Sakiinah” atau kebahagian bersama pasangannya.

Sebaliknya, jika pasangan suami isteri itu tidak mampu melawati badai ujian, maka biasanya memilih untuk mengakhiri janji sucinya dengan cerai.

Meski cerai merupakan takdir, namun manusia yang diberi akal dan hati hendaknya menjadikan cerai itu sebuah jalan akhir apabila memang tidak bisa mempertahankan rumah tangganya.

Ada banyak penyebab sehingga terjadilah perceraian. Namun jika manusia berikhtiar baik, intropeksi diri, tidak mengedepankan ego, tidak merasa benar sendiri terhadap pasangannya. Saling memaafkan satu sama lain, maka cerai tersebut bisa dihindari. Dengan demikian takdir bisa diubah dengan ikhtiar.

Ibarat kopi, jika ditambahi gula, hasilnya akan manis, namun jika dibubuhi garam rasanya akan asin. Begitulah takdir akan didapat setelah adanya ikhtiar. Wallahua’lam.

Artikel ini dihimpun FAKTUAL.CO.ID dari berbagai sumber, bertujuan sebagai referensi pembaca.

Editor: Ubay