BONDOWOSO, FAKTUAL.CO.ID — Kecelakaan lalu lintas yang diduga dipicu kelalaian sopir terjadi di Jalan Raya Brigpol Sudarlan, tepatnya di barat Alfamart Kelurahan Nangkaan, Kecamatan Bondowoso, Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 06.45 WIB. Insiden ini melibatkan kendaraan operasional Suzuki Carry dan sepeda motor Suzuki Shogun.
Berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/A/136/V/2026/SPKT.SATLANTAS/POLRES BONDOWOSO/POLDA JAWA TIMUR, mobil Suzuki Carry bernopol L-1220-YZ yang dikemudikan Muhammad Naufal Nashiruddin (21), warga Desa Pakuwesi, Curahdami, menabrak sepeda motor Suzuki Shogun bernopol P-5618-AU yang dikendarai Kurnia Kusumati (48), warga Desa Gebang, Tenggarang.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan bermula saat kendaraan operasional melaju dari arah timur ke barat. Setibanya di lokasi, pengemudi diduga kurang konsentrasi hingga menabrak kendaraan di depannya dari arah belakang—indikasi kuat adanya kelalaian dalam menjaga jarak aman dan kewaspadaan saat berkendara.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Bondowoso, Abdillah Muchtar , menegaskan bahwa kondisi jalan saat kejadian tergolong ideal.
“Jalan beraspal, lurus, datar, dan cuaca cerah. Tidak ditemukan faktor eksternal yang signifikan. Dugaan sementara akibat kelalaian dan kurangnya konsentrasi pengemudi,” ujarnya.
Akibat insiden tersebut, pengendara sepeda motor, Kurnia Kusumati, mengalami luka lecet di kedua lutut dan langsung dilarikan ke Puskesmas Nangkaan untuk mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, pihak pengelola kendaraan operasional belum memberikan penjelasan komprehensif. Kepala SPPG Kembang, Atras Farhan, tidak memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui WhatsApp dengan alasan jadwal padat.
Di sisi lain, Humas SPPG Kembang, Martono, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut kondisi lalu lintas di lokasi memang padat pada jam kejadian.
“Jalan ramai, apalagi jam segitu memang padat kendaraan,” ujarnya singkat.
Martono juga menegaskan bahwa sopir yang terlibat dinilai telah memenuhi syarat mengemudi. “Sopir masih muda, tapi sudah memiliki SIM dan berpengalaman,” katanya.
Meski demikian, faktor kepadatan lalu lintas dan latar belakang pengemudi tidak serta-merta menghapus dugaan kelalaian, mengingat tabrakan dari arah belakang umumnya terjadi akibat kurangnya antisipasi dan pengendalian kendaraan oleh pengemudi. Kasus ini masih dalam penanganan pihak kepolisian.








