Berita  

Viral Joget dan Laporan Polisi, Kades Lojajar Angkat Bicara Soal Nama Desa Tercoreng

Foto: Kepala Desa Lojajar, Ervan Anggani.

Bondowoso, FAKTUAL.CO.ID – Aksi joget sejumlah karyawan SPPG Lojajar di dapur MBG, yang viral di media sosial terus menjadi sorotan publik. Peristiwa tersebut memicu beragam reaksi dari masyarakat, termasuk perhatian dari kalangan media dan pemerintah desa setempat.

Di sisi lain, Media Lensa Nusantara telah melaporkan ke Polres Bondowoso terkait komentar seorang asisten lapangan (aslap) pada unggahan TikTok miliknya. Isi komentar tersebut dinilai merugikan kredibilitas medianya dan memicu polemik di tengah situasi yang sedang ramai diperbincangkan terkait MBG.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Desa Lojajar, Ervan Anggani, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada insan pers dan masyarakat atas kegaduhan yang terjadi.

BACA JUGA :
Kodim 0822 Bondowoso Tingkatkan Kesiapsiagaan Prajurit Hadapi Ancaman Kebakaran

Dalam keterangannya, Ervan menegaskan bahwa peristiwa ini berdampak pada citra Desa yang selama ini dijaga dengan baik.

BACA JUGA :
Peringati Hardiknas 2023, Danposramil 0822/03 Wasbang di SMPN 01 Taman Krocok Bondowoso

“Saya selaku Kepala Desa Lojajar meminta maaf kepada teman-teman media. Gara-gara orang berinisial A, nama Desa Lojajar juga ikut tercoreng. Padahal kami pemerintah desa dan masyarakat sedang menata Desa Lojajar ke depan supaya lebih baik,” ujarnya saat dikonfirmasi via WhatsApp. Senin, 23/3/2026.

Ia juga menambahkan bahwa wilayahnya sempat meraih prestasi membanggakan di tingkat kabupaten.

BACA JUGA :
Satgas TMMD 123 Bondowoso Prioritaskan Pembuatan Jalan Plengsengan untuk Peningkatan Infrastruktur

“Apalagi di tahun 2024 lalu, desa kami menjadi salah satu desa terbaik di Bondowoso. Dengan adanya berita yang viral terkait SPPG Lojajar, kami merasa nama baik desa juga ikut tercoreng,” Tegasnya.

Pemerintah desa berkomitmen melakukan pembinaan serta menjaga reputasi wilayah agar tetap positif. Harapannya, kejadian serupa tidak terulang dan kepercayaan publik dapat kembali terjaga.

banner 400x130