Bondowoso, FAKTUAL.CO.ID – Kekhawatiran warga terkait kondisi Jembatan Silolembu akhirnya terjawab. Dinas Binamarga Provinsi Jawa Timur melalui tim pemeliharaan jalan turun langsung melakukan perbaikan terhadap retakan yang muncul di sekitar badan jalan dan bagian tengah poros jembatan tersebut.
Retakan serius sebelumnya ditemukan pada akses jalan di luar struktur utama jembatan serta satu titik di tengah jembatan yang diduga dipicu oleh pergerakan tanah. Kondisi ini sempat menimbulkan kekhawatiran,
mengingat Jembatan Silolembu merupakan jalur vital penghubung Kabupaten Bondowoso dengan wilayah Besuki, Situbondo.
Petugas Pemeliharaan Jalan Binamarga Provinsi Jawa Timur, Sigit, menyebutkan bahwa Jembatan Silolembu termasuk kategori bangunan lama yang membutuhkan perhatian khusus.
“Jembatan ini merupakan bangunan lama, sehingga perlu penanganan hati-hati. Saat ini kami lakukan tambal sulam pada bagian luar jembatan dan satu titik di tengah sebagai langkah antisipasi. Nantinya akan ada tim khusus yang melakukan pengecekan lebih lanjut,” ujar Sigit, Senin (2/3/2026).
Menurutnya, langkah yang dilakukan saat ini bersifat darurat guna mencegah kerusakan meluas, terutama di tengah intensitas hujan yang cukup tinggi. Air yang masuk ke dalam retakan berpotensi mempercepat degradasi struktur jika tidak segera ditangani.
“Penanganan sementara ini untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Kalau dibiarkan, air hujan bisa memperparah retakan. Tindak lanjut teknis akan ditangani bidang terkait,” jelasnya.
Pekerjaan perbaikan dimulai sejak Sabtu (28/2/2026) dan ditargetkan selesai pada Senin (2/3/2026), dengan mempertimbangkan faktor cuaca.
“Kami mulai Sabtu dan hari ini dituntaskan. Namun bila hujan turun, pekerjaan harus dihentikan sementara demi keselamatan dan kualitas hasil perbaikan,” tegas Sigit.
Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif melaporkan apabila menemukan kerusakan jalan atau jembatan yang menjadi kewenangan provinsi, agar penanganan bisa segera dilakukan dan tidak memicu spekulasi di lapangan.
Selain Jembatan Silolembu, Sigit menyebut terdapat dua jembatan tua lain di Bondowoso yang usianya diperkirakan lebih dari satu abad, yakni Jembatan Sentong dan Jembatan Kalitapen. Untuk Kalitapen, pihaknya berencana melakukan pengecekan menyeluruh dalam waktu dekat.
Dengan selesainya penanganan awal tersebut, arus lalu lintas di jalur Bondowoso–Besuki kini kembali dapat dilalui dengan aman. Meski demikian, pengguna jalan tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat musim hujan yang rawan memicu pergerakan tanah.
“Keselamatan pengguna jalan adalah prioritas utama kami. Jika ada kerusakan kembali, segera laporkan agar bisa segera kami tangani,” pungkasnya.
Perbaikan ini diharapkan menjaga kelancaran mobilitas warga serta distribusi barang di jalur strategis yang menjadi urat nadi perekonomian antarwilayah tersebut.








