BONDOWOSO, FAKTUAL.CO.ID – Keluhan terhadap pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bondowoso kembali mencuat. Kali ini, warga Kelurahan Badean mengaku kesulitan memperoleh pasokan air bersih karena debit air yang mengalir ke rumah pelanggan sangat kecil, bahkan hanya menetes.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat, mulai dari mandi, mencuci, memasak, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya. Sejumlah warga menggambarkan aliran air dari kran hanya sebesar “kucing pipis”, istilah yang menunjukkan sangat minimnya debit air yang diterima.
Di tengah keterbatasan layanan tersebut, pelanggan mengaku tetap diwajibkan membayar tagihan bulanan seperti biasa. Situasi itu memunculkan harapan agar PDAM segera memberikan penjelasan sekaligus memperbaiki kualitas pelayanannya.
Sorotan terhadap persoalan ini juga datang dari Wakil Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bondowoso, Mulyono. Menurutnya, layanan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehingga gangguan distribusi tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
“Air bersih adalah kebutuhan pokok masyarakat. Kalau air yang keluar dari kran hanya sebesar kucing pipis, tentu ini tidak bisa dianggap persoalan sepele. PDAM harus segera memberikan solusi, bukan membiarkan keluhan warga berlarut-larut,” kata Mulyono, Sabtu (20/6/2026).
Ia menegaskan, masyarakat yang telah memenuhi kewajibannya membayar tagihan berhak memperoleh pelayanan yang layak. Karena itu, PDAM diminta segera mengambil langkah konkret agar distribusi air kembali normal.
“Jangan sampai warga hanya diwajibkan membayar tagihan, tetapi hak mereka untuk memperoleh pasokan air yang memadai justru tidak terpenuhi. Ini menyangkut kepercayaan publik terhadap pelayanan PDAM,” ujarnya.
Mulyono juga meminta manajemen PDAM melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi air. Menurutnya, penyebab gangguan bisa berasal dari berbagai persoalan teknis, seperti kerusakan jaringan pipa, kebocoran distribusi, maupun rendahnya tekanan air ke wilayah pelanggan.
Selain melakukan perbaikan, ia mendorong PDAM bersikap terbuka kepada masyarakat terkait penyebab gangguan yang terjadi agar pelanggan memperoleh kepastian informasi.
Keluhan mengenai layanan PDAM bukan kali pertama terjadi di Bondowoso.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pelanggan di berbagai wilayah juga sempat menyampaikan persoalan serupa, mulai dari distribusi air yang tidak lancar hingga gangguan pasokan dalam waktu cukup lama.
Warga Kelurahan Badean berharap PDAM Bondowoso segera mengambil langkah nyata untuk memulihkan distribusi air bersih karena kebutuhan tersebut berkaitan langsung dengan kesehatan dan aktivitas masyarakat setiap hari.
Hingga berita ini ditulis, pihak PDAM Bondowoso belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kecilnya debit air yang dikeluhkan warga maupun langkah penanganan yang akan dilakukan.








