Berita  

Wali Kota dan Ketua DPRD Terima Aspirasi Aksi Damai Dukung Keberlanjutan Program MBG Tahun 2026

Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Pangan Bergizi Probolinggo Raya menggelar aksi damai di kawasan Jalan Suroyo, Kota Probolinggo, pada Sabtu siang.

PROBOLINGGO, FAKTUAL.CO.ID – Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Pangan Bergizi Probolinggo Raya menggelar aksi damai di kawasan Jalan Suroyo, Kota Probolinggo, pada Sabtu siang. Aksi ini dimulai dari depan Kantor Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) hingga berakhir di halaman Kantor DPRD Kota Probolinggo, untuk menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG). 27/6/26.

Aliansi ini terdiri dari unsur relawan, petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM bidang pangan, serta masyarakat penerima manfaat program. Menurut Ketua Aksi, Eko Edol, program MBG dinilai memiliki manfaat ganda: tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal.

“Kami berharap pemerintah mendengar aspirasi kami. Secara nasional, program ini menyerap langsung hasil pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan dari daerah. Kami tidak ingin upaya yang telah dibangun bersama terhenti dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA :
Wali Kota Lantik Badan Pengelola Masjid Agung Raudlatul Jannah Kota Probolinggo

Menyikapi hal tersebut, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin memberikan apresiasi terhadap jalannya aksi damai yang tertib. Ia menyampaikan bahwa tujuan utama program ini adalah meningkatkan status gizi masyarakat, menekan angka stunting, serta melayani kelompok rentan seperti anak difabel, ibu hamil, dan lansia.

“Di Kota Probolinggo saat ini terdapat 33 Sentra Pengolahan Pangan Bergizi (SPPG) dengan nilai perputaran ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp2,5 triliun hingga Rp3 triliun. Ini sangat berpengaruh pada perekonomian daerah. Kami terus mengawal pelaksanaannya agar tetap sesuai harapan Presiden Prabowo Subianto,” jelasnya.

BACA JUGA :
Pemkot Probolinggo Tindaklanjuti Arahan Presiden dengan Program Padi Organik

Wali Kota menambahkan bahwa penangguhan operasional sejumlah SPPG sebelumnya merupakan langkah evaluasi dan pencegahan guna meningkatkan kualitas layanan. Saat ini seluruh SPPG di wilayah Kota Probolinggo telah kembali beroperasi dengan pengawasan yang lebih ketat, meliputi pemeriksaan instalasi pengolahan air limbah, kualitas bahan baku, tenaga kerja, serta kepemilikan sertifikat halal. “Hasil aspirasi hari ini akan kami sampaikan ke tingkat provinsi dan pusat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Probolinggo Dwi Laksmi Shynta Kusumawardhani juga menyampaikan dukungan sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mengawasi jalannya program. Ia mengakui adanya temuan penyimpangan di sejumlah daerah yang sempat menurunkan citra program, namun hal itu harus diperbaiki tanpa menghentikan manfaatnya.

BACA JUGA :
Peringati Hari Buruh Internasional, Kapolres Probolinggo Kota hadiri kegiatan Tasyakuran dan Bhakti Sosial

“Tujuan program ini sudah sangat mulia. Saya mengajak seluruh relawan dan warga untuk melaporkan jika ditemukan penyimpangan, agar program ini semakin baik. Kami berharap evaluasi dari pusat segera selesai dan sistem pengelolaan yang baru dapat diterapkan dengan lebih baik. DPRD sepakat untuk mendukung keberlanjutan MBG di Probolinggo Raya,” tandasnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan pembacaan pernyataan sikap dan penandatanganan dukungan terhadap keberlanjutan program MBG. Turut hadir mendampingi, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, para anggota DPRD, serta kepala perangkat daerah terkait.
(Han)

banner 400x130