PROBOLINGGO, FAKTUAL.CO.ID – Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Probolinggo, Jumat (3/7). Sebanyak 35 anak penyandang disabilitas dengan diagnosis cerebral palsy secara resmi menerima bantuan kursi roda adaptif gratis, yang dirancang khusus disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing penerima.
Program kemanusiaan ini merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Ananda Mutiara (Y-AMI) Kota Probolinggo bersama Global Village Foundation Bali. Alat bantu mobilitas ini didatangkan langsung dari Australia sebagai wujud kepedulian untuk meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian bergerak anak-anak penyandang cerebral palsy.
Ketua Y-AMI Kota Probolinggo Eri Hatni Murti Susilowati menyampaikan, kegiatan ini sepenuhnya didorong oleh misi kemanusiaan untuk meringankan keterbatasan yang dialami anak-anak.
“Anak-anak dengan cerebral palsy memiliki hambatan besar dalam bergerak dan bermobilitas, bahkan banyak yang hanya bisa berbaring di rumah. Kursi roda ini dilengkapi penyangga leher, bahu, tangan hingga kaki yang disesuaikan secara spesifik. Harapannya, mobilitas mereka menjadi jauh lebih baik dan nyaman,” ujar Eri.
Ia berharap langkah ini menjadi fondasi nyata dalam membangun Kota Probolinggo yang ramah dan inklusif bagi seluruh kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Eri juga berharap dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, terutama pemerintah, agar lebih banyak anak berkebutuhan khusus mendapatkan akses alat bantu yang layak.
Bantuan ini tidak hanya menyasar warga Kota Probolinggo, tetapi juga diikuti penerima dari Kabupaten Probolinggo, Malang, Pasuruan, Lumajang, hingga Banyuwangi yang hadir khusus untuk proses penyesuaian alat.
Berbeda dengan kursi roda standar, kursi roda adaptif memerlukan penyesuaian mendalam pada penyangga kepala, leher, punggung, pinggul, hingga kaki. Tim teknis melakukan pengukuran dan pengaturan secara teliti satu per satu, guna menjamin posisi duduk yang tepat, aman, dan mendukung aktivitas sehari-hari anak secara optimal. Oleh karena itu, kursi roda baru diserahkan setelah proses penyesuaian dinyatakan selesai dan sempurna.
Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari turut hadir menyaksikan proses penyerahan, serta berinteraksi secara hangat dengan anak-anak dan keluarga penerima manfaat. Ia memberikan semangat kepada para orang tua untuk terus mendampingi tumbuh kembang putra-putri mereka.
“Bagi saya, hadir di sini dan menyaksikan senyum mereka adalah kebahagiaan tersendiri. Anak-anak ini memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan mendapatkan perhatian penuh. Mari kita bangun kepedulian nyata agar Kota Probolinggo benar-benar menjadi kota yang inklusif bagi semua,” tegas Ina.
Kebahagiaan juga dirasakan Hendi Hariyanto, warga Kelurahan Sukoharjo yang mendampingi putranya Arfa (11 tahun). Selama ini Arfa terpaksa menggunakan kursi roda peninggalan kakeknya yang ukurannya jauh tidak sesuai dengan postur tubuh anaknya.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Dulu anak saya tidak nyaman dan sering lelah karena kursi roda yang dipakai tidak pas. Sekarang Arfa mendapatkan alat yang benar-benar sesuai kebutuhannya,” ungkap Hendi dengan mata berkaca-kaca. Diketahui, Arfa merupakan siswa berprestasi di sekolah umum yang kerap meraih peringkat tiga besar di kelasnya.
Setiap unit kursi roda adaptif ini memiliki nilai belasan juta rupiah. Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Probolinggo, Forum PUSPA Bayuangga, serta Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia Semesta (PPDIS), sebagai bukti sinergi lintas pihak dalam memperkuat komitmen menuju Kota Probolinggo yang adil dan beradab bagi seluruh warganya. (Han)








