Situbondo, FAKTUAL.CO.ID — Proyek peningkatan jalan dengan metode Lapis Penetrasi Makadam (Lapen) di Dusun Secangan, Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit, menuai sorotan. Pekerjaan yang bersumber dari Dana Desa senilai Rp156.595.000 itu diduga tidak memenuhi spesifikasi teknis dan dikerjakan secara asal.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan kualitas pekerjaan yang memprihatinkan. Lapisan aspal terlihat sangat tipis, sementara butiran batu pecah di permukaan jalan mudah terlepas saat dilintasi. Kondisi ini mengindikasikan lemahnya daya ikat material yang semestinya menjadi standar dalam pekerjaan Lapen.
Tak hanya itu, di sejumlah titik permukaan jalan tampak bergelombang dan tidak rata. Minimnya penyiraman aspal cair sebagai perekat semakin memperkuat dugaan bahwa proses pengerjaan tidak dilakukan sesuai prosedur teknis. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi membuat jalan cepat rusak meski baru selesai dikerjakan.
Situasi tersebut memunculkan kecurigaan publik adanya praktik penyimpangan dalam pelaksanaan proyek, bahkan mengarah pada dugaan pemborosan hingga penyalahgunaan anggaran.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Tambak Ukir, Zainul Hasan, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang telah disampaikan. Minimnya respons dari pihak terkait justru mempertegas kebutuhan akan transparansi dan pengawasan dalam penggunaan Dana Desa.27/4/26. (Doni)








