Berita  

Pondasi Diduga Tak Sesuai Spek, Dugaan Mark Up Upah hingga Fee Proyek P3TGAI Desa Gadingsari Disorot

Ilustrasi

BONDOWOSO, FAKTUAL.CO.ID – Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Desa Gadingsari, Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso, menjadi sorotan. Sejumlah dugaan kejanggalan mencuat, mulai dari pemasangan pondasi yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis, dugaan mark up upah Harian Orang Kerja (HOK), hingga dugaan pemberian fee kepada pihak tertentu.

Pantauan media di lokasi proyek menemukan sejumlah titik pasangan pondasi yang diduga memiliki kedalaman minim. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan terkait kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis dan standar konstruksi yang ditetapkan dalam program P3TGAI.

Tak hanya persoalan teknis, dugaan kejanggalan juga mencuat dalam pembayaran upah pekerja. Informasi yang dihimpun menyebut adanya dugaan mark up terhadap HOK. Selain itu, beredar pula dugaan adanya pemberian fee kepada seseorang dalam pelaksanaan proyek tersebut.

BACA JUGA :
Penyelesaian Gapura TMMD 116 Bondowoso Terus Di Lakukan

Namun, hingga berita ini ditulis, pihak yang menjadi sorotan belum memberikan penjelasan substantif atas dugaan tersebut.

Ketua P3TGAI Desa Gadingsari, Nawawi, saat dikonfirmasi justru mengaku tidak memahami persoalan yang ditanyakan.

“Saya orang tani, tidak mengerti bahasa seperti itu,” ujarnya. 23/7/26.

Pernyataan tersebut belum menjawab substansi dugaan terkait kondisi pondasi, pembayaran HOK, maupun dugaan pemberian fee dalam proyek P3TGAI tersebut.

Sebelumnya, media telah berupaya meminta klarifikasi kepada Kepala Desa Gadingsari, Halis.

Namun, kepala desa menyampaikan bahwa pelaksanaan proyek P3TGAI tersebut berada di bawah pengelolaan Nawawi dan mengarahkan media untuk meminta penjelasan langsung kepada yang bersangkutan.

BACA JUGA :
Pembangunan Pos Kamling TMMD ke-123 di Bondowoso Dipercepat, Ditargetkan Selesai Tepat Waktu

Dalam proses konfirmasi, Nawawi juga tidak secara tegas membantah dugaan adanya persoalan pada pekerjaan pondasi, dugaan mark up upah pekerja, maupun dugaan pemberian fee.

Sikap tersebut semakin memunculkan tanda tanya publik terhadap transparansi pelaksanaan proyek yang menggunakan program pemerintah tersebut.

Untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut, diperlukan pemeriksaan teknis dan administrasi secara menyeluruh oleh pihak berwenang.

Pemeriksaan dapat mencakup kesesuaian volume dan spesifikasi pekerjaan, daftar serta pembayaran HOK, hingga aliran penggunaan anggaran proyek.

Atas sejumlah temuan dan dugaan tersebut, media berencana menindaklanjutinya kepada Inspektorat Kabupaten Bondowoso untuk dilakukan pemeriksaan dan audit secara menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek P3TGAI Desa Gadingsari.

BACA JUGA :
Dandim 0822 Bondowoso Hadiri Pelantikan Pj Sekda, Tegaskan Pentingnya Sinergi Antar Lembaga

Audit diharapkan dapat mengungkap kesesuaian antara pekerjaan fisik di lapangan dengan spesifikasi teknis, volume pekerjaan, penggunaan anggaran, pembayaran HOK, serta dugaan adanya aliran dana atau pemberian fee kepada pihak tertentu.

Pemeriksaan juga penting dilakukan untuk memastikan apakah pelaksanaan proyek tersebut telah sesuai dengan ketentuan program dan prinsip transparansi serta akuntabilitas penggunaan anggaran.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait yang mampu menjawab secara rinci dugaan kejanggalan dalam pelaksanaan P3TGAI Desa Gadingsari.


Media masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Ketua P3TGAI, Pemerintah Desa Gadingsari, maupun pihak lain yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek tersebut.

banner 400x130