PROBOLINGGO, FAKTUAL.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dan Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo kembali mempererat kerja sama strategis di bidang pengembangan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Hal ini ditandai dengan penandatanganan addendum Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait replikasi inovasi daerah yang digelar di Ruang Argopuro, Kantor Bupati Probolinggo, Rabu (13/5/2026).
Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, bersama Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Rey Suwigtyo. Kegiatan ini menjadi langkah konkret kedua pemerintah daerah dalam berbagi praktik baik dan kemajuan pemerintahan guna mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah masing-masing.
Prosesi penandatanganan tersebut turut disaksikan oleh jajaran pejabat tinggi daerah dari kedua belah pihak. Dari Pemkab Probolinggo, hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Abdul Ghafur, Inspektur Imron Rosyadi, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kristiana Ruliani, Kepala Bagian Pemerintahan Moh. Syarifuddin, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Hermanto, beserta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Sementara itu, rombongan Pemkot Probolinggo diantar oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Budiono Wirawan, Kepala Bagian Pemerintahan Rachma Nurcahyarini, dan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Suciati Ningsih, didampingi para kepala dinas dan badan terkait.
Dalam sambutannya, Sekda Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, menegaskan bahwa inovasi merupakan kunci utama bagi setiap daerah untuk memberikan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, dan efisien.
Ia menyebutkan bahwa kerja sama semacam ini sudah berlangsung beberapa tahun terakhir dan menjadi tren positif di berbagai daerah, mengingat tujuan utama pemerintahan adalah pelayanan terbaik bagi warga.
“Setiap daerah memiliki keunggulan dan inovasi yang berbeda-beda. Tidak ada alasan untuk merasa gengsi belajar dari keberhasilan daerah lain. Praktik baik yang terbukti efektif harus kita adopsi dan kembangkan bersama demi mempercepat peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan. Seringkali, daerah yang kita pandang biasa saja justru melahirkan terobosan luar biasa yang patut kita tiru demi kemajuan bersama,” ujar Ugas usai penandatanganan.
Lebih lanjut, Ugas menekankan hubungan antara Kabupaten dan Kota Probolinggo memiliki ikatan yang sangat erat dan saling berkaitan dalam berbagai aspek pembangunan.
Menurutnya, kerja sama ini bukan hanya soal adopsi inovasi, tetapi juga sarana memperkuat hubungan silaturahmi dan komunikasi antar Aparatur Sipil Negara (ASN) yang selama ini dinilai masih perlu ditingkatkan agar sinergi berjalan lebih maksimal.
“Kedua wilayah ini ibarat satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Kehadiran rombongan Pemkot hari ini semakin mengukuhkan ikatan tersebut. Kami berharap kerja sama ini membawa dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik yang tinggal di wilayah kabupaten maupun kota,” tambahnya.
Sementara itu, Pj Sekda Kota Probolinggo, Rey Suwigtyo, menyambut baik perpanjangan dan pembaruan kerja sama ini. Ia menilai kolaborasi antardaerah adalah langkah strategis yang sangat penting, mengingat keberhasilan pembangunan tidak ditentukan oleh luas wilayah atau kemegahan fasilitas, melainkan dari kemampuan berinovasi dan membangun kerja sama.
“Faktanya, daerah dengan wilayah lebih kecil sekalipun mampu melahirkan inovasi yang luar biasa dan patut dijadikan rujukan. Oleh karena itu, kemitraan dengan Kabupaten Probolinggo ini sangat berharga bagi kami untuk saling bertukar pengalaman dan meningkatkan nilai inovasi daerah.
Semakin banyak praktik baik yang kita adopsi dan kembangkan, semakin tinggi pula kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah kita,” ungkap Rey Suwigtyo.
Ia juga mengapresiasi keterbukaan Pemkab Probolinggo dalam berbagi pengalaman dan sistem pemerintahan. Bagi Pemkot Probolinggo, replikasi inovasi menjadi solusi cerdas untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi, mulai dari keterbatasan lahan wilayah, pengelolaan aset strategis seperti pelabuhan, hingga upaya mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD).
“Kami terus berupaya mencari pola pengelolaan yang lebih efektif dan menguntungkan daerah. Segala potensi yang ada harus dimaksimalkan untuk menambah PAD, namun tetap berpegang pada prinsip tidak membebani masyarakat. Melalui kerja sama ini, kami yakin bisa menemukan terobosan-terobosan baru yang lebih baik,” pungkas Rey Suwigtyo.
Pertemuan ini ditutup dengan diskusi mendalam antar kedua belah pihak guna menentukan prioritas inovasi yang akan direplikasi dan dikembangkan bersama, sebagai langkah awal mewujudkan visi pembangunan yang maju, inovatif, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Probolinggo. (Han)








