Berita  

LPLH TN Pertanyakan Kualitas Pekerjaan Ruas Jalan Buduan-BTS Bondowoso dengan Anggaran Milyaran Rupiah

Proyek pelebaran Jalan menuju standart di ruas jalan buduan- BTS Kabupaten Bondowoso yang berada di wilayah Kabupaten Situbondo mendapat sorotan dari LPLH TN (Lembaga peduli lingkungan Hidup Tapalkuda Nusantara)

Situbondo, FAKTUAL.CO.ID – Proyek pelebaran Jalan menuju standart di ruas jalan buduan- BTS Kabupaten Bondowoso yang berada di wilayah Kabupaten Situbondo mendapat sorotan dari LPLH TN (Lembaga peduli lingkungan Hidup Tapalkuda Nusantara)

Kondisi ini menimbulkan kekawatiran terkait kualitas pekerjaan, mengingat proyek tersebut menggunakan anggaran negara yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur

Diketahui, proyek ini berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga UPT pengelolaan jalan dan jembatan Banyuwangi dengan nilai kontrak sebesar Rp. 11.779.000.000

BACA JUGA :
Ternak Mati, Kandang Diduga Tak Layak: Bumdes Tenggir Disorot, Pengelola Bungkam

Pekerjaan dilaksanakan berdasarkan Nomor Kontrak 00.32/12021/103.6.10/2025 tertanggal 01 juli 2025 dengan penyedia jasa adalah PT. Tectonia Grandis

Ketua LPLH TN Didit Prayitno mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi jalan tersebut

Secara kasat mata aspal sudah terlihat retak dan mulai rusak di beberapa titik. Padahal usia pekerjaan masih tergolong baru, tentu ini menimbulkan kuat dugaan tidak sesuai spesifikasi teknis seperti kurangnya ketebalan aspal sehingga jalan cepat mengalami kerusakan” ujarnya. (06/1/2026).

BACA JUGA :
Miris, Dugaan Pupuk Bersubsidi Dijual di Atas HET di Bungatan: Petani Menjerit, Poktan Akui Harga Rp210 Ribu/Kwintal

Didit menilai kondisi ini perlu segera mendapat perhatian serius dari pihak terkait, khususnya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), konsultan pengawas, serta instansi teknis lainnya.

Terlebih saat ini telah memasuki musim hujan yang berpotensi mempercepat kerusakan jalan jika tidak segera ditangani.

BACA JUGA :
Karaoke Tanpa Izin Kian Marak di Situbondo, LPLH TN Minta Aparat Bertindak Tegas

Ketua LPLH didit juga berharap dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap mutu pekerjaan dan pengawasan proyek, serta perbaikan secepatnya apabila ditemukan ketidaksesuaian spesifikasi teknis.

Hal ini dinilai penting sebagai bentuk tanggung jawab penggunaan anggaran negara dan upaya pencegahan terhadap potensi penyimpangan dalam pelaksanaan proyek infrastruktur.

Hingga Pemberitaan ini diterbitkan, pihak pelaksana atau kontraktor proyek tersebut belum ada hasil konfirmasi.

banner 400x130