Berita  

GESIT Produksi 6.000 Konten Pembelajaran, Kemendikdasmen Soroti Model Pendidikan Digital Situbondo

EduFest di GOR Situbondo, Sabtu (19/9/2026).

SITUBONDO, FAKTUAL.CO.ID — Kabupaten Situbondo mencatat capaian dalam pengembangan konten pembelajaran digital. Melalui Gerakan Aktif Ber-PID (GESIT), lebih dari 6.000 konten pembelajaran telah diproduksi untuk mendukung proses belajar mengajar.


Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, dan Pendidikan Nonformal Kemendikdasmen,

Gogot Suharwoto, menyebut pengembangan pendidikan di Situbondo memiliki pendekatan yang menghubungkan sekolah, keluarga, masyarakat dan ruang digital.


Pernyataan itu disampaikan Gogot saat menghadiri EduFest di GOR Situbondo, Sabtu (19/9/2026).


Menurut Gogot, kekuatan pendekatan pendidikan di Situbondo terletak pada keterhubungan empat lingkungan tersebut. Pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga diperkuat melalui keluarga, masyarakat hingga pemanfaatan media digital.
“Ini salah satu yang paling terbaik di Indonesia yang saya pernah datangi. Karena ini memadukan antara empat hal, yang pertama adalah pendidikan di sekolah, yang kedua adalah pendidikan di keluarga, yang ketiga pendidikan di masyarakat, dan yang keempat adalah pendidikan di media digital,” ujar Gogot.

BACA JUGA :
Proyek Tebing Rajekwesi Situbondo Rp396,9 Juta Disorot, Dugaan Batu Tak Sesuai Spesifikasi Belum Dijawab


GESIT Cetak Lebih dari 6.000 Konten
Salah satu program yang menjadi perhatian Kemendikdasmen adalah GESIT. Program tersebut menjadi bagian dari upaya Situbondo memperluas pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.


Gogot menilai digitalisasi pendidikan tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat teknologi. Menurutnya, perangkat harus dibarengi konten pembelajaran dan peningkatan kapasitas guru.


“Digitalisasi pembelajaran tidak hanya perangkat, tapi juga penyediaan kontennya dan pelatihannya. Situbondo telah memecah rekor melalui program GESIT membuat konten lebih dari 6.000. Ini luar biasa,” tegasnya.


Selain GESIT, pendekatan pendidikan di Situbondo juga diperkuat melalui Gerakan Mandiri Anak Situbondo (GEMAS), yang diarahkan untuk mendorong aktivitas positif anak di lingkungan keluarga.


Gogot mengatakan keterhubungan antara program di sekolah, keluarga, masyarakat dan ruang digital menjadi salah satu hal yang menonjol dalam penyelenggaraan EduFest Situbondo.


“Di sekolah belajar, di rumah tadi GEMAS, di masyarakat juga melalui kegiatan-kegiatan yang lain, dan di medianya sudah disiapkan dengan media digital melalui gerakan GESIT. Jadi empat-empatnya sudah terpenuhi,” katanya.

BACA JUGA :
Ketum LPLH Tapalkuda Nusantara Soroti Karaoke Diduga Ilegal di Situbondo: NIB Saja Tak Cukup


Perangkat Digital Diminta Tak Berhenti sebagai Fasilitas


Di tengah pengembangan ekosistem digital tersebut, Gogot mengingatkan agar perangkat pembelajaran digital yang didistribusikan ke sekolah tidak sekadar menjadi fasilitas yang tersimpan tanpa pemanfaatan.


Khusus untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), penggunaan perangkat digital juga perlu disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangan anak.


“Kita tidak mendorong untuk yang terlalu kecil karena berisiko nanti mengganggu konsentrasi. Ini hanya untuk yang minimal 5–6 tahun,” jelasnya.


Dengan demikian, digitalisasi pendidikan diarahkan bukan hanya pada pengadaan teknologi, tetapi juga pada kesesuaian penggunaan, ketersediaan materi pembelajaran dan kemampuan tenaga pendidik dalam mengoptimalkannya.


Situbondo Disiapkan untuk Sekolah Nasional Terintegrasi


Selain mengapresiasi program pendidikan digital, Kemendikdasmen juga menyampaikan rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Kabupaten Situbondo.


Program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 Tahun 2026. Untuk mendukung pembangunan, pemerintah daerah diharapkan menyiapkan lahan sekitar 20 hektare.

BACA JUGA :
Proyek Tebing Rajekwesi Situbondo Rp396,9 Juta Disorot, Dugaan Batu Tak Sesuai Spesifikasi Belum Dijawab


Gogot berharap kesiapan lahan dapat segera dipenuhi sehingga pembangunan dapat direalisasikan.


“Kami sudah sampaikan ke Pak Bupati, semoga ada lahan 20 hektare yang bisa disiapkan. Tahun depan akan kita bangun sekolah yang terbaik di Kabupaten Situbondo yang tidak kalah dengan sekolah-sekolah internasional di seluruh Indonesia,” pungkasnya.


Capaian GESIT dengan produksi lebih dari 6.000 konten sekaligus rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi menunjukkan bahwa agenda transformasi pendidikan Situbondo tidak hanya diarahkan pada pemanfaatan perangkat digital.


Tantangan berikutnya adalah memastikan ribuan konten tersebut benar-benar digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, didukung kompetensi guru, serta memberikan dampak terhadap kualitas pembelajaran di sekolah.


Dengan pendekatan yang menghubungkan sekolah, keluarga, masyarakat dan ruang digital, Situbondo kini mendapat perhatian Kemendikdasmen sebagai salah satu daerah yang sedang mengembangkan model pendidikan berbasis ekosistem.

banner 400x130