Berita  

Kepala Dinkes Bondowoso Tak Beri Tanggapan, Perbedaan Hasil Tes HIV di Puskesmas Wonosari Mencuat

Foto: Puskesmas Wonosari/Google

BONDOWOSO, FAKTUAL.CO.ID – Perbedaan hasil pemeriksaan HIV yang dialami seorang warga Kecamatan Kota Bondowoso, berinisial NA, memicu sorotan terhadap prosedur pelayanan dan mekanisme pemeriksaan di Puskesmas Wonosari. Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, dr. Moch. Jasin, M.Kes., FISQua, belum memberikan tanggapan resmi meski telah dimintai konfirmasi oleh media.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, NA menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai salah satu persyaratan calon pengantin pada Januari 2026. Saat itu, hasil pemeriksaan di Puskesmas Wonosari menunjukkan NA terindikasi HIV.

Kepala Puskesmas Wonosari, drg. Andriana Ayudati, M.M.Kes., membenarkan adanya hasil pemeriksaan tersebut.

Namun sekitar tujuh bulan kemudian, NA melakukan pemeriksaan ulang di salah satu fasilitas kesehatan swasta dan RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso. Berdasarkan dokumen hasil pemeriksaan yang diterima media, kedua pemeriksaan lanjutan tersebut menunjukkan hasil nonreaktif.

BACA JUGA :
Polres Bondowoso Ziarah ke TMP dan Makam Mantan Kapolri Sujipto Yudo Diarjo Dalam Rangka HUT Bhayangkara ke 78

Perbedaan hasil itu memunculkan pertanyaan mengenai prosedur pemeriksaan, mekanisme konfirmasi hasil reaktif, hingga tindak lanjut yang diberikan kepada pasien. Pasalnya, hasil skrining HIV yang menunjukkan indikasi reaktif pada prinsipnya memerlukan pemeriksaan konfirmasi sesuai standar sebelum dapat ditegakkan sebagai diagnosis.

Saat dikonfirmasi pada tanggal 28/7/2026, Kepala Puskesmas Wonosari menyatakan persoalan tersebut telah dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

“Saya sudah melaporkan kejadian ini kepada Dinkes Bondowoso dan Provinsi. Kami juga meminta untuk dilakukan tes darah ulang,” ujarnya.

Ia juga menyoroti rentang waktu sekitar tujuh bulan antara pemeriksaan awal dan pemeriksaan ulang.

“Rentang waktunya cukup panjang, sekitar tujuh bulan. Dalam kurun waktu tersebut kondisi seseorang bisa berubah, sehingga hasil pemeriksaan ulang bisa berbeda,” katanya.

Kepala Puskesmas juga mengakui keluarga pasien sempat menyampaikan kekecewaan kepada pihak puskesmas. Saat itu, menurutnya, pihak puskesmas belum sempat mendatangi keluarga untuk memberikan penjelasan secara langsung.

BACA JUGA :
SATPOL PP Bondowoso dan Bea Cukai Gelar Sosialisasi "Gempur Rokok Ilegal" 2024 di Festival Daul dan Gentongan

Setelah pemberitaan berkembang, drg. Andriana kembali menyampaikan pernyataan melalui watshaap kepada media. Ia memastikan kasus tersebut akan menjadi bahan evaluasi internal.

“Untuk selanjutnya akan menjadi perhatian kami. Kami akan melakukan evaluasi dan audit klinis pelayanan di internal Puskesmas Wonosari bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso. Mohon maaf atas ketidaknyamanan pelayanan kami dan semoga ke depannya kami bisa tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, media berupaya memperoleh penjelasan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, dr. Moch. Jasin, M.Kes., FISQua. Permintaan konfirmasi dikirim melalui pesan WhatsApp, disertai upaya menemui langsung yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi. 29/7/2026.

Media mengajukan sejumlah pertanyaan, di antaranya mengenai penyebab perbedaan hasil tes HIV antara Puskesmas Wonosari dengan dua fasilitas kesehatan yang menyatakan hasil nonreaktif, penerapan standar operasional prosedur (SOP) pemeriksaan, mekanisme konfirmasi hasil skrining HIV, kemungkinan dilakukan audit atau investigasi internal, dugaan adanya kelalaian pelayanan apabila ditemukan penyimpangan prosedur, serta bentuk pertanggungjawaban kepada pasien.

BACA JUGA :
Sambut Hari Bhayangkara ke-79, Polres Bondowoso Gelar Bakti Sosial Donor Darah

Namun hingga berita ini diperbarui, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso belum memberikan respons maupun keterangan resmi atas seluruh pertanyaan tersebut.

Belum adanya penjelasan dari otoritas kesehatan daerah membuat publik masih menunggu sikap resmi Dinas Kesehatan terkait langkah evaluasi, audit klinis, maupun hasil penelusuran atas perbedaan hasil pemeriksaan tersebut.

Perbedaan hasil pemeriksaan ini belum dapat disimpulkan sebagai kesalahan diagnosis.

Namun, evaluasi menyeluruh tetap diperlukan untuk memastikan seluruh prosedur pelayanan telah dilaksanakan sesuai standar, memberikan kepastian kepada pasien, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Kabupaten Bondowoso.

banner 400x130