Bondowoso, FAKTUAL.CO.ID — Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan pentingnya peran partai politik dalam pembangunan daerah saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) ke-10 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bondowoso di Aula Hotel Palm, Senin (4/5/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Abdul Hamid Wahid menekankan bahwa Muscab bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk menentukan arah kebijakan partai sekaligus memperkuat konsolidasi internal.
“Partai politik memiliki tanggung jawab besar, tidak hanya dalam kontestasi politik, tetapi juga dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, menjaga stabilitas, dan menjadi jembatan aspirasi rakyat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara partai politik dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Bondowoso.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan partai politik sangat diperlukan agar program pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujar Abdul Hamid Wahid.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa perbedaan pandangan politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, namun tidak boleh mengabaikan kepentingan yang lebih besar, yakni kesejahteraan masyarakat.
“Perbedaan adalah keniscayaan, tetapi persatuan dan kepentingan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama,” imbuhnya.
Ia berharap Muscab X PPP Bondowoso mampu melahirkan kepemimpinan yang berkualitas, solid, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Melalui forum ini, saya berharap lahir pemimpin-pemimpin yang mampu membawa PPP semakin dekat dengan masyarakat dan berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” pungkasnya.
Sementara itu, Muscab X PPP Bondowoso dihadiri oleh perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) dari 23 kecamatan, pengurus harian DPC, serta unsur kader lainnya. Forum ini menjadi wadah tertinggi di tingkat kabupaten dalam menentukan arah perjuangan partai, termasuk menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029.
Ketua DPC PPP Bondowoso dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa partainya terus berupaya memperkuat basis dukungan masyarakat dengan menekankan kerja nyata.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya dukungan para kiai dan tokoh masyarakat sebagai bagian dari kekuatan moral dan historis PPP di daerah.
Muscab ini juga menetapkan formatur kepengurusan yang terdiri dari unsur DPC, PAC, dan perwakilan DPW PPP Jawa Timur. Diharapkan, forum ini berjalan kondusif serta menjadi ajang rekonsiliasi internal untuk memperkuat soliditas partai ke depan. (Mulyono)








