Situbondo, FAKTUAL.CO.ID — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sejatinya menjadi motor penggerak ekonomi desa. Namun kondisi berbeda justru terlihat di BUMDes Tenggir, Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo, yang kini menuai sorotan tajam publik.2/2/26.
BUMDes yang bergerak di sektor peternakan tersebut diterpa berbagai persoalan. Selain kabar konflik internal di tubuh pengurus, muncul pula dugaan banyaknya ternak ayam yang mati dalam pengelolaannya. Informasi ini memicu keresahan warga sekaligus mempertanyakan keseriusan pengelolaan usaha desa tersebut.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi kandang yang diduga jauh dari standar kelayakan peternakan. Fasilitas yang minim dan penataan yang kurang memadai memunculkan dugaan bahwa pengelolaan dilakukan tanpa perencanaan matang.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah BUMDes Tenggir benar-benar dikelola secara profesional untuk kepentingan masyarakat, atau justru berjalan asal-asalan tanpa pengawasan yang jelas?
Upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Tenggir dan Sekretaris Desa telah dilakukan melalui sambungan telepon. Namun hingga berita ini diterbitkan, keduanya belum memberikan tanggapan.
Kasus ini menjadi perhatian serius, mengingat BUMDes seharusnya menjadi instrumen peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes), bukan justru menimbulkan polemik dan kerugian. Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pun kini dituntut oleh masyarakat.(Doni)








