Terra Drone Indonesia Berikan Pelatihan Akuisisi Data Geospasial Berbasis Sensor LiDAR kepada Badan Informasi Geospasial (BIG)

Terra Drone Indonesia Berikan Pelatihan Akuisisi Data Geospasial Berbasis Sensor LiDAR kepada Badan Informasi Geospasial (BIG)

Terra Drone Indonesia telah memberikan pelatihan akuisisi data geospasial berbasis sensor LiDAR kepada pihak Badan Informasi Geospasial (BIG).

Pelatihan ini dilakukan sebagai bagian dari Peningkatan Kompetensi SDM serta untuk keperluan perumusan dokumen standar RSNI Pemrosesan data geospasial skala besar dalam penyediaan peta dasar skala besar untuk mendukung prioritas nasional.

Bogor, 13 November 2023 – Terra Drone Indonesia beberapa waktu lalu telah
memberikan pelatihan akuisisi data geospasial berbasis sensor LiDAR kepada
pihak Badan Informasi Geospasial (BIG), khususnya tim perumus Standar
Pemrosesan Data Hasil Akuisisi LIDAR. Selain itu juga, kegiatan ini diikuti
oleh tim teknis dari pusat-pusat yang memproduksi terutama produk peta dasar
skala besar. Secara lebih rinci, kegiatan ini diikuti oleh berbagai unit teknis
dalam BIG seperti Pusat Standardisasi dan Kelembagaan Informasi Geospasial
(PSKIG), Pusat Pemetaan Kelautan dan Lingkungan Pantai (PPKLP), Pusat Pemetaan
dan Integrasi Tematik (PPIT) dan  Pusat
Pemetaan Rupabumi dan Toponim (PPRT).

BACA JUGA :  Tantangan dan Kemenangan Mahasiswa Berprestasi School of Accounting di BINUS UNIVERSITY

Pelatihan ini dilakukan sebagai bagian dari
Peningkatan Kompetensi SDM untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan yang
komprehensif tim unit teknis dalam BIG tentang pemetaan udara menggunakan
LIDAR, serta untuk keperluan perumusan dokumen standar RSNI Pemrosesan data
geospasial skala besar dalam penyediaan peta dasar skala besar untuk mendukung
prioritas nasional.

Melalui pelatihan ini, para peserta diajarkan tentang
konsep dan penggunaan teknologi sensor LiDAR dalam pemetaan geospasial antara
lain penggunaan teknologi fotogrametri, perencanaan hingga pengolahan data yang
akurat, penggunaan Global Navigation Satellite System (GNSS) untuk melakukan
pengukuran titik kontrol, yang sangat penting dalam mencapai akurasi tinggi
dalam pemetaan geospasial.

Selain itu, para peserta juga diajarkan teknik
pengolahan data yang dihasilkan oleh sensor LiDAR, termasuk klasifikasi point cloud, ortofoto, Digital Surface Model (DSM), dan Digital Terrain Model (DTM). Uji akurasi
data LiDAR juga tak luput dari untuk dipelajari agar setiap data yang
dihasilkan oleh sensor LiDAR memiliki hasil akurasi yang optimal.

BACA JUGA :  Implementasi "Laudato Si" oleh Mahasiswa Agribisnis Universitas Katolik Widya Karya

Praktik pengolahan data LiDAR

LiDAR (Light Detection and Ranging) sendiri telah
menjadi salah satu teknologi terkemuka dalam pemetaan geospasial. Salah satu
keunggulan utama yang dimiliki LiDAR adalah akurasi tinggi dalam pengukuran.
Dengan teknologi laser yang digunakan, LiDAR mampu mengukur jarak dengan sangat
tepat antara sensor dan objek di permukaan bumi. Hasilnya adalah data yang
sangat akurat, yang sangat penting dalam pemetaan presisi seperti pemodelan
kontur tanah dan identifikasi bangunan. Selain itu, sensor LiDAR dapat mengumpulkan
data dengan cepat, bahkan dari ketinggian yang relatif tinggi, sehingga
mengurangi waktu dan biaya yang diperlukan dalam pemetaan wilayah yang luas.

Keunggulan lainnya dari LiDAR adalah kemampuannya
untuk beroperasi dalam berbagai kondisi cuaca, dapat digunakan dalam lingkungan
yang sulit diakses atau berbahaya bagi manusia, seperti daerah terpencil,
daerah terdampak bencana, atau lingkungan industri berbahaya. Data 3D yang kaya
yang dihasilkan oleh LiDAR memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang
lingkungan yang dipetakan, dan kemampuannya untuk menembus vegetasi dan
mendeteksi permukaan tanah di bawahnya sangat bermanfaat dalam pemetaan hutan,
pertanian, dan lingkungan yang ditutupi oleh vegetasi yang padat.

BACA JUGA :  TPFx Indonesia Luncurkan Trading Micro 0,01 Lot, dengan Deposit Mulai 100 Ribu

Terra Drone Indonesia sendiri diminta memberikan
pelatihan setelah beberapa kali melakukan project untuk BIG, dimana data yang
dihasilkan sangat baik dan akurat. Head of Training Terra Drone Indonesia,
Rifqi F Azhar mengungkapkan “Pelatihan untuk Badan Informasi Geospasial ini
diharapkan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas data geospasial
di Indonesia. Hal ini akan mendukung perkembangan sektor-sektor kunci yang
sangat bergantung pada informasi geospasial yang akurat. Kolaborasi ini
mencerminkan komitmen bersama untuk mendorong pemetaan geospasial yang lebih
baik dan akurat di Indonesia.”

Informasi lebih detail tentang pelatihan drone, teknologi LiDAR hingga pemetaan geospasial yang presisi, Anda dapat memperlajari lebih lanjut di website Terra Drone Indonesia.

**) IIkuti berita terbaru FAKTUAL.CO.ID di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES