NGANJUK, FAKTUAL.CO.ID – Tradisi Bersih Desa di Desa Sumberkepuh, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, menjadi momentum untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
Tradisi tahunan tersebut dihadiri Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi bersama Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, Kamis (6/8/2026). Ratusan warga turut memadati lokasi kegiatan dengan penuh antusias.
Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forpincam) Lengkong, Kepala Desa Sumberkepuh beserta perangkat desa, tokoh adat, serta sejumlah elemen masyarakat.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menilai Bersih Desa memiliki makna lebih dari sekadar tradisi tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk ungkapan syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi, kesehatan, keselamatan, dan keberkahan yang diterima selama ini.
“Bersih Desa ini adalah warisan leluhur yang sarat akan nilai gotong royong dan rasa syukur. Kegiatan seperti ini harus terus dijaga karena menjadi perekat persatuan warga sekaligus wadah melestarikan budaya lokal Nganjuk,” ujar Marhaen.
Ia berharap tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut tetap dipertahankan di tengah perkembangan zaman. Selain menjaga kearifan lokal, kegiatan Bersih Desa dinilai mampu memperkuat hubungan sosial antarmasyarakat.
Sementara itu, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro memberikan apresiasi terhadap kekompakan warga Sumberkepuh bersama jajaran Forpincam Lengkong dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Trihandy menegaskan, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, perangkat desa, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga situasi wilayah tetap aman dan kondusif.
“Kekompakan warga bersama jajaran Camat, Kapolsek, dan Danramil Lengkong hari ini sangat luar biasa. Semoga melalui syukuran Bersih Desa ini, Desa Sumberkepuh semakin gemah ripah loh jinawi, masyarakatnya sejahtera, dan tenteram,” tuturnya.
Rangkaian Bersih Desa diawali dengan doa bersama dan prosesi kenduri. Suasana semakin khidmat saat dilakukan pemotongan tumpeng oleh Bupati Nganjuk yang kemudian diserahkan kepada Kepala Desa Sumberkepuh.
Keakraban terlihat ketika Bupati, Wakil Bupati, jajaran Forpincam, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga berbaur menikmati hidangan tradisional bersama.
Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pelestarian budaya lokal tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat agar tradisi dan nilai-nilai kebersamaan tetap hidup dari generasi ke generasi.








