BONDOWOSO, FAKTUAL.CO.ID – Kelurahan Kademangan, Kabupaten Bondowoso, menggelar kegiatan sosialisasi On the Job Training dan 25 Keterampilan Kader Posyandu dalam program Integrasi Layanan Primer (ILP) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini menitikberatkan pada peningkatan kapasitas kader dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar yang lebih terarah, khususnya terkait skrining kesehatan jiwa, gizi seimbang bagi ibu hamil, serta konseling menyusui.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
Tidak hanya membantu pelayanan rutin, kader diharapkan memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai untuk mengenali kebutuhan kesehatan warga, memberikan edukasi dasar, serta mengarahkan masyarakat kepada tenaga kesehatan apabila ditemukan persoalan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Lurah Kademangan, Abdul Asis, S.H., menegaskan bahwa peningkatan kompetensi kader merupakan langkah penting untuk memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di tingkat kelurahan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan kader Posyandu di Kelurahan Kademangan semakin memahami tugas dan perannya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kader bukan sekadar membantu kegiatan Posyandu, tetapi juga menjadi penghubung penting antara masyarakat dan tenaga kesehatan,” ujar Abdul Asis.
Menurutnya, pemahaman mengenai kesehatan jiwa, pemenuhan gizi ibu hamil, dan konseling menyusui perlu mendapat perhatian karena berkaitan erat dengan kesehatan keluarga serta tumbuh kembang anak.
“Kami berharap materi yang disampaikan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi saja. 29/10/2026.
Prngetahuan dan keterampilan yang diperoleh harus diterapkan dalam pelayanan sehari-hari, sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya. Kesehatan ibu dan anak, termasuk perhatian terhadap kesehatan jiwa, harus menjadi bagian dari kepedulian bersama,” tegasnya.
Fokus pada skrining kesehatan jiwa menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan tersebut. Kader diharapkan memahami cara mengenali indikasi awal masalah kesehatan jiwa secara tepat dan mengarahkan warga kepada tenaga kesehatan, tanpa melakukan diagnosis di luar kewenangannya.
Sementara itu, edukasi gizi seimbang bagi ibu hamil diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan nutrisi selama kehamilan.
Adapun konseling menyusui diharapkan membantu ibu memperoleh informasi yang tepat mengenai pemberian ASI dan menghadapi kendala menyusui dengan dukungan tenaga kesehatan.
Melalui penguatan 25 keterampilan kader Posyandu dalam kerangka Integrasi Layanan Primer, Kelurahan Kademangan diharapkan mampu mendorong pelayanan yang lebih komprehensif, berkesinambungan, dan menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih luas.
Bagi Kelurahan Kademangan, keberhasilan program ini tidak semata-mata diukur dari terlaksananya sosialisasi, melainkan dari sejauh mana pengetahuan kader diterapkan dalam pelayanan nyata dan memberikan manfaat bagi warga.
Dengan demikian, peningkatan kapasitas kader Posyandu perlu diikuti penerapan keterampilan secara konsisten, koordinasi dengan tenaga kesehatan, serta evaluasi pelaksanaan di lapangan agar tujuan peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat dapat tercapai.








