Berita  

PDI Perjuangan Bondowoso Peringati HUT RI ke-81 dan Harjabo ke-207 di Makam Ki Ronggo

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi Bondowoso (Harjabo) ke-207 dimaknai DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bondowoso dengan mengenang jasa para pendahulu.

BONDOWOSO, FAKTUAL.CO.ID – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi Bondowoso (Harjabo) ke-207 dimaknai DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bondowoso dengan mengenang jasa para pendahulu.

Senin (17/8/2026), jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Bondowoso menggelar doa bersama dan tabur bunga di Makam Raden Bagus Asra atau Ki Ronggo, Kelurahan Sekarputih, Kecamatan Tegalampel. Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi sejarah sekaligus penghormatan terhadap sosok yang dikenal sebagai pendiri Bondowoso.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bondowoso, Sinung Sudrajat, S.Sos., mengatakan peringatan HUT Kemerdekaan RI dan Harjabo hendaknya tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam mendorong kemajuan daerah.

“Peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 yang sekaligus hari jadi Bondowoso yang ke-207, mari kita jadikan sebagai batu lompatan untuk lebih bersinergi memajukan Kabupaten Bondowoso,” ujar Sinung di lokasi makam.

BACA JUGA :
Tingkatkan Kemampuan Apkowil, Kodim 0822 Bondowoso Gelar Sosialisasi

Menurutnya, Bondowoso memiliki beragam potensi yang semestinya dapat menjadi kekuatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, potensi tersebut dinilai masih perlu dikelola secara lebih optimal agar sejalan dengan peningkatan kemajuan daerah.

Karena itu, momentum Harjabo dan HUT Kemerdekaan dinilai penting untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar terus bekerja dan berkontribusi sesuai bidang masing-masing.

Sinung juga menjelaskan bahwa pemilihan Makam Ki Ronggo sebagai lokasi kegiatan memiliki makna historis. Raden Bagus Asra atau Ki Ronggo dikenal sebagai tokoh yang membuka wilayah Bondowoso dan kemudian diangkat sebagai penguasa pertama pada 17 Agustus 1819.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif,” tegasnya.

Ia turut mengajak masyarakat untuk mengambil nilai-nilai keteladanan dari sejarah para pendahulu, termasuk pesan yang secara turun-temurun dikenal dari Raja Ndogo Sasra Suci Tinoto Estuning Urek tentang pentingnya berbuat baik dalam kehidupan.

BACA JUGA :
Musrenbang RKPD 2027 Digelar, Bondowoso Pacu Pertumbuhan Berkualitas dan Perkuat Sinergi Kawasan

“Mari kita maksimalkan potensi yang dimiliki untuk kesehatan dan kesejahteraan rakyat,” ajaknya.

Menelusuri Sejarah Ki Ronggo

Sementara itu, juru kunci Makam Ki Ronggo, Supriadi, turut menjelaskan sejarah dan silsilah Raden Bagus Asra yang berkaitan dengan lahirnya Kabupaten Bondowoso.

Menurut Supriadi, Raden Bagus Asra merupakan putra Demang Walikromo yang masih memiliki garis keturunan Adikoro IV. Dalam situasi konflik perebutan kekuasaan, Raden Bagus Asra kemudian dibawa oleh neneknya, Nyi Sedabulangan, menuju Besuki.

Pada usia 17 tahun, Raden Bagus Asra disebut diangkat sebagai Mentri Anom dan mendapat mandat untuk memperluas wilayah. Dalam perjalanan tersebut, ia membuka kawasan hutan belukar yang kemudian berkembang menjadi wilayah Bondowoso.

BACA JUGA :
Rapat Koordinasi Satgas MBG Kecamatan Sukosari, Perkuat Komitmen Bersama Sukseskan Program Presiden RI

Nama Bondowoso sendiri dalam cerita sejarah yang disampaikan juru kunci dikaitkan dengan istilah “Wanawasa”, yang memiliki makna masuk atau membuka hutan.

Sejarah mencatat, Bondowoso ditetapkan sebagai wilayah mandiri pada 17 Agustus 1819 dengan status Keranggan. Pada saat itu, Raden Bagus Asra diangkat sebagai penguasa dengan gelar Mas Ngabehi Kertonegoro.

Bagi PDI Perjuangan Bondowoso, doa bersama dan tabur bunga tersebut bukan sekadar kegiatan memperingati momentum sejarah. Kegiatan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilepaskan dari penghargaan terhadap perjuangan para pendahulu.

Semangat kemerdekaan dan sejarah berdirinya Bondowoso diharapkan dapat menjadi pijakan untuk terus mendorong pembangunan yang berpihak pada kesehatan, kesejahteraan, serta kepentingan masyarakat.

banner 400x130