BANGKA BARAT. FAKTUAL.CO.ID — Kepolisian Resor (Polres) Bangka Barat kembali mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap isu maupun iming-iming dari oknum tertentu yang mengklaim aktivitas tambang timah ilegal akan kembali beroperasi di perairan Tembelok dan Keranggan, Kecamatan Muntok.
Peringatan tersebut muncul menyusul masih beredarnya informasi di lapangan terkait dugaan adanya pihak-pihak yang mencoba mengondisikan kembali aktivitas tambang ilegal jenis Ponton Isap Produksi (PIP) selam pasca penertiban yang sebelumnya dilakukan aparat kepolisian.
Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha melalui Kasi Humas Iptu Yos Sudarso menegaskan, hingga saat ini tidak ada izin maupun toleransi terhadap aktivitas penambangan di kawasan perairan tersebut.
“Jangan mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan aparat ataupun pihak tertentu yang menjanjikan aktivitas tambang bisa kembali berjalan. Sampai saat ini tidak ada aktivitas penambangan yang diperbolehkan di wilayah Tembelok maupun Keranggan,” tegasnya, Senin (9/5/2026).
Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal tegas bahwa aparat tidak ingin ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk mengambil keuntungan pribadi dengan menjual nama institusi ataupun menyebarkan informasi menyesatkan kepada masyarakat dan para penambang.
Polres Bangka Barat juga meminta masyarakat untuk tidak terlibat dalam aktivitas tambang ilegal yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum, konflik di lapangan, hingga kerusakan ekosistem laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan nelayan pesisir Muntok.
Selain melakukan patroli rutin, aparat kepolisian disebut akan terus memperketat pengawasan di titik-titik rawan guna mencegah munculnya kembali ponton-ponton ilegal di kawasan perairan tersebut.
“Masyarakat yang mengetahui adanya aktivitas penambangan ataupun kegiatan mencurigakan di wilayah perairan agar segera melapor kepada pihak kepolisian. Setiap aktivitas ilegal akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujar Yos.
Penegasan ini sekaligus memperlihatkan komitmen aparat dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah pesisir Bangka Barat yang belakangan kembali menjadi sorotan akibat maraknya isu aktivitas tambang ilegal di laut.
Di sisi lain, masyarakat berharap penertiban tidak hanya bersifat sementara, namun dilakukan secara konsisten agar tidak kembali muncul dugaan praktik tambang ilegal yang selama ini dinilai meresahkan nelayan serta mengancam kelestarian lingkungan laut di kawasan Muntok.
Dwi rahmawan







