BONDOWOSO, FAKTUAL.CO.ID — Tiga pendaki dilaporkan mengalami kendala saat melakukan perjalanan di kawasan Gunung Argopuro setelah sebelumnya memulai pendakian melalui jalur Maesan, Bondowoso. Rombongan tersebut diketahui mengambil jalur baru dengan tujuan Baderan dan selanjutnya menuju Bremi.
Berdasarkan informasi kronologi sementara, rombongan yang terdiri dari empat orang memulai pendakian pada 17 Agustus 2026 sekitar pukul 09.30 WIB. Mereka terdiri atas satu orang guide dan tiga pendaki sebagai tamu.
Perjalanan mulai menghadapi kendala pada 18 Agustus 2026 sekitar pukul 13.30 WIB. Dafa (17), yang bertindak sebagai guide, mengalami sakit pada bagian kaki sehingga memutuskan untuk turun. Sementara itu, tiga pendaki lainnya memilih tetap melanjutkan perjalanan.
Pada 19 Agustus 2026 sekitar pukul 06.00 WIB, ketiga pendaki tersebut kembali berkomunikasi dengan Dafa melalui pesan suara WhatsApp. Dalam komunikasi itu, mereka menyampaikan kondisi bahwa logistik dan headlamp mulai mengalami kekurangan.
Ketiga pendaki yang masih melanjutkan perjalanan tersebut masing-masing yakni Adi (23) asal Bali, Eza (24) asal Solo, dan Steven (24) asal Bali.
Sementara Dafa, 17 tahun, merupakan warga Bondowoso yang sebelumnya berperan sebagai guide dalam perjalanan tersebut.
Dengan demikian, terdapat tiga pendaki yang saat ini masih berada dalam perjalanan, sedangkan guide telah turun lebih dahulu karena mengalami kendala pada kaki.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena rombongan diketahui menggunakan jalur baru serta menghadapi keterbatasan logistik dan penerangan. Hingga informasi ini dihimpun, belum diperoleh keterangan mengenai lokasi pasti ketiga pendaki maupun kondisi terkini mereka.
Pihak terkait diharapkan dapat segera melakukan pemantauan dan langkah penanganan sesuai prosedur untuk memastikan keselamatan ketiga pendaki.
Identitas pendaki:
- Dafa (17), laki-laki, Bondowoso — Guide.
- Adi (23), laki-laki, Bali — Tamu.
- Eza (24), laki-laki, Solo — Tamu.
- Steven (24), laki-laki, Bali — Tamu.
Informasi ini masih bersifat sementara dan perkembangan terkait keberadaan serta kondisi ketiga pendaki menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang atau tim yang melakukan penanganan di lapangan.








