Meningkatkan Keandalan: Panduan Desain ASME Bagian VIII untuk Lanskap Energi yang Tangguh

Meningkatkan Keandalan: Panduan Desain ASME Bagian VIII untuk Lanskap Energi yang Tangguh

ASME Bagian VIII memegang peran sentral dalam Kode Boiler dan Tekanan. Standar ini berfokus pada pedoman esensial yang mengarahkan desain, dan konstruksi bejana tekan. Salah satu fokus utamanya adalah mengatur bejana tekan yang digunakan dalam beragam industri, termasuk industri minyak dan gas, petrokimia, dan energi.

Industri minyak dan gas, petrokimia, dan energi mengandalkan peralatan dan sistem yang mampu menahan tekanan eksternal dan internal yang tinggi. Salah satu pedoman yang menjadi acuan umum di industri dalam merancang, membuat, dan menguji bejana bertekanan tinggi adalah ASME (American Society of Mechanical Engineers) Bagian VIII.

ASME Bagian VIII memegang peran sentral dalam Kode Boiler dan Tekanan. Standar ini berfokus pada pedoman esensial yang mengarahkan desain, dan konstruksi bejana tekan. Salah satu fokus utamanya adalah mengatur bejana tekan yang digunakan dalam beragam industri, termasuk industri minyak dan gas, petrokimia, dan energi.

Standar ASME Bagian VIII terdiri dari tiga divisi utama, yaitu Divisi 1, Divisi 2, dan Divisi 3 di mana setiap divisi mempunyai tujuan spesifik dan cakupan yang berbeda dalam mengatasi bejana tekan.

BACA JUGA :  Promo AFDOL dari deGadai: Pinjam Tanpa Bunga hingga 200 Juta!

Pada standar ASME Section VIII, Divisi 1 membahas regulasi dasar untuk desain dan konstruksi bejana tekan, sedangkan Divisi 2 lebih memfokuskan pada desain yang lebih kompleks dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti beban luar dan kondisi lingkungan yang ekstrem. Sementara itu, Divisi 3 berkaitan dengan desain bejana tekan lanjutan yang diterapkan dalam tekanan yang tinggi, seperti reaktor tekanan.

Memiliki pemahaman yang mendalam tentang ASME Bagian VIII dapat berdampak besar baik bagi insinyur maupun perusahaan, terutama di dalam industri bejana tekan. Memahami pedoman ini adalah kunci untuk memastikan bahwa desain, pembuatan, dan operasi bejana tekan berlangsung dengan aman dan efektif.

Sendy Kosada, selaku CEO/COO PetroSync menyatakan, “Dalam rutinitas harian para engineer, ASME Section VIII bisa menjadi panduan yang memberikan arahan yang jelas terkait bejana tekan. Dengan memahami standar ini, mereka bisa merencanakan proyek dengan lebih baik, menghitung risiko dengan lebih akurat, dan memastikan bahwa keamanan dan kualitas peralatan selalu terjaga. Hal ini tentu membantu mereka menghemat waktu dan usaha untuk mencari informasi dan menyelesaikan masalah teknis.”

BACA JUGA :  Kiat Sukses Kerja di Jepang Ala Bapak Dadan: Founder LPK Cakrawala Indonesia Sejahtera (CIS)

ASME Bagian VIII dianggap cukup krusial karena panduan yang diberikan terkait pressure vessel cukup menyeluruh. Di dalamnya, standar ini merinci prinsip-prinsip dan panduan merancang bejana tekan dengan mempertimbangkan pemilihan material, tegangan, beban, efek suhu, dan margin korosi. Ini memastikan bejana tekan aman dalam operasionalnya.

Selanjutnya, panduan ini membantu memilih material yang sesuai untuk bejana tekan berdasarkan kompatibilitas dengan fluida proses, suhu, dan sifat mekanik. Panduan ini juga membahas pengujian dan dokumentasi material.

Lebih jauh, terdapat juga panduan dan penekanan akan pentingnya jaminan kualitas dalam proses desain, fabrikasi, dan pengujian. Dokumentasi setiap tahap, termasuk perhitungan, sifat material, inspeksi, dan uji yang diharuskan ada untuk dilengkapi.

Secara menyeluruh, ASME Bagian VIII berfungsi sebagai panduan penting bagi insinyur dan produsen, memastikan bahwa bejana tekan dioperasikan secara aman dan andal. Panduan ini mencegah kegagalan, meningkatkan kualitas, dan memenuhi standar industri.

BACA JUGA :  Dari Sinar Mas untuk Indonesia

Peter sebagai Head of Business Development dari PetroSync menambahkan, “Jika dilihat dari dampak konkret yang diberikan ASME Bagian VIII untuk day to day activity dari para engineer yang sudah bergabung bersama kami, saya yakin ASME Section VIII training bisa jadi investasi yang tepat. Harapan kami, ASME training ini membantu mengatasi tantangan teknis dengan keyakinan, menghasilkan solusi yang lebih baik, dan memastikan bahwa proses operasional pada perusahaan klien-klien kami berjalan lancar dan aman.”

Petrosync didirikan di Singapura pada tahun 2010 dan memulai ekspansinya ke Indonesia semenjak 2012. Hingga kini, PetroSync telah menjadi perusahaan pelatihan minyak dan gas terkemuka dengan instruktur Internasional bersertifikat resmi seperti API, ASME, CMRP, dan lain sebagainya.

Name: PetroSync Global International
Phone number: +6531590800
Email address: general@petrosync.com

**) IIkuti berita terbaru FAKTUAL.CO.ID di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES