Bondowoso, FAKTUAL.CO.ID – Kepala Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Al-Amin Kerang Sukosari, Ferdi, bersama perwakilan mitra yayasan Muhtarom, menghadiri rapat koordinasi dan evaluasi strategis bersama Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Daeng, yang digelar di Aula Hotel Ijen View, Bondowoso, Senin (26/1/2026).
Rapat ini menjadi forum krusial untuk mengevaluasi pelaksanaan program gizi nasional sekaligus memperkuat sinergi antara SPPG, mitra yayasan, dan BGN agar program berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan di tingkat daerah.
Dalam arahannya, Nanik S. Daeng menegaskan pentingnya akuntabilitas, ketepatan sasaran, serta peningkatan kualitas layanan gizi, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu. Ia menekankan bahwa keberhasilan program tidak diukur dari penyerapan anggaran semata, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
BGN juga mengeluarkan peringatan tegas terkait kepatuhan administrasi dan progres lapangan. Dapur yang telah menerima dana operasional diwajibkan mendaftarkan SLHS dalam waktu maksimal satu bulan. Apabila tidak ada progres lanjutan, sanksi akan diberlakukan.
“Semua dapur yang saat ini operasional sudah mendaftar dan kami menunggu prosesnya. Namun kami tegas, jika hanya mendaftar tanpa progres, setelah satu bulan dapur akan disuspend bahkan ditutup sementara,” tegas Nanik.
Sementara itu, Ferdi menyatakan komitmen SPPG Al-Amin Kerang Sukosari untuk terus memperkuat koordinasi lintas lembaga serta melakukan evaluasi internal secara berkala demi mendukung target nasional perbaikan gizi.
“SPPG Al-Amin berkomitmen bersinergi untuk mewujudkan cita-cita Presiden Prabowo dalam mensejahterakan rakyat, khususnya anak-anak sekolah,” ujarnya.
Masih Ferdi, 15 dari 43 Dapur di Bondowoso Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), salah satunya adalah SPPG Al-Amin Kerang.
“SPPG Al-Amin sudah mengantongi SLHS mas tambahnya, saat diwawancara awak media.
Hal senada disampaikan perwakilan mitra yayasan, Muhtarom. Ia menegaskan kesiapannya mengawal penuh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Program ini akan kami kawal agar penyaluran MBG benar-benar higienis dan tepat sasaran kepada seluruh penerima,” katanya singkat.
“Alhamdulilah SPPG Al-Amin selama beroperasi tidak ada kendala dan mendapatkan respons positif dari penerima manfaat.”tambahnya.
Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk memperkuat implementasi program gizi nasional serta memastikan setiap kebijakan yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di daerah. (Egha)








