Berita  

Hadiri Muscab PKB, Bupati Hamid Tegaskan Stabilitas Daerah Harga Mati

Foto: Bupati Bondowoso, H. Abdul Hamid Wahid.4/4/26.

Bondowoso, FAKTUAL.CO.ID  – Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Bondowoso 2026 bukan sekadar agenda rutin pergantian kepengurusan. Di balik forum yang digelar di Hotel Ijen View, Sabtu (4/4/2026), tersimpan dinamika politik yang cukup menghangat, terlebih dengan munculnya tiga nama kuat calon ketua DPC.

Di tengah situasi tersebut, kehadiran Bupati Bondowoso, H. Abdul Hamid Wahid, menjadi sorotan. Orang nomor satu di Bondowoso itu tak sekadar hadir, tetapi juga melontarkan peringatan tegas agar dinamika internal partai tidak berimbas pada jalannya pemerintahan.

“Silakan berproses secara demokratis di internal partai, tetapi jangan sampai mengganggu stabilitas pemerintahan dan pelayanan publik. Masyarakat tidak boleh menjadi korban dari dinamika politik,” tegas Bupati Hamid di hadapan kader PKB.

BACA JUGA :
Kasdim 0822 Bondowoso Hadiri Rembug Stunting Bondowoso 2024

Pernyataan itu dinilai sebagai sinyal kuat agar kontestasi di tubuh PKB tetap terkendali, mengingat partai tersebut merupakan kekuatan dominan di DPRD Bondowoso sekaligus partai pengusung utama kepala daerah.

Mufakat Diuji, Bukan Sekadar Formalitas
Berbeda dari sebelumnya, Muscab kali ini mengusung mekanisme musyawarah mufakat, tanpa voting terbuka. Namun di lapangan, skema ini justru menjadi ujian serius bagi soliditas kader, mengingat adanya tiga kandidat kuat yang sama-sama memiliki basis dukungan.

Wakil Sekjen DPP PKB, Anggia Ermarini, menegaskan bahwa pola mufakat merupakan keputusan resmi partai untuk meredam konflik internal.

BACA JUGA :
Babinsa dan Warga Bersatu, UMKM Bondowoso Kian Bersinar

“Tidak boleh ada faksi-faksi. Muscab ini forum konsolidasi, bukan arena pertarungan yang memecah belah,” ujarnya.

Tiga Nama, Satu Kursi Panas
Tiga kandidat yang menguat yakni Ahmad Dhafir, Tohari, dan Ubaidilah. Ketiganya bukan nama baru dan memiliki pengaruh signifikan, baik di legislatif maupun struktur partai.

DPP bersama DPW PKB Jatim telah melakukan pemetaan, namun keputusan akhir tetap menunggu hasil uji kelayakan dan kepatutan (UKK). Meski demikian, potensi tarik-menarik kepentingan di tingkat bawah tak bisa diabaikan.

Bupati Singgung Program Prioritas
Dalam sambutannya, Bupati Hamid juga menyinggung sejumlah agenda strategis daerah yang sedang berjalan dan membutuhkan dukungan politik yang solid.

BACA JUGA :
Satlantas Polres Bondowoso dan Jasa Raharja Sosialisasi di Sekolah - Sekolah

“Saat ini kita sedang menuntaskan program prioritas, mulai dari RANTAS (Ruas Jalan Tuntas), peningkatan PAD, hingga perlindungan sosial masyarakat. Saya butuh dukungan politik yang solid, bukan justru konflik internal yang menghambat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa jabatan politik, baik di partai maupun pemerintahan, adalah amanah yang harus dijalankan dengan integritas.

Keputusan Masih Tertutup
Hingga berita ini ditulis, proses Muscab masih berlangsung tertutup. Publik kini menunggu, apakah mekanisme mufakat benar-benar menghasilkan keputusan bulat, atau justru menyisakan dinamika baru di tubuh PKB Bondowoso.(*)

banner 400x130