Bondowoso, FAKTUAL.CO.ID – Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, menghadiri Konferensi Cabang (Konfercab) ke-XV PMII Cabang Bondowoso yang dirangkai dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-66 serta halal bihalal kader dan alumni, Jumat (25/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Graha PMII Bondowoso itu berjalan khidmat dengan nuansa kebersamaan.
Sejumlah unsur Forkopimda, pengurus, kader, hingga alumni PMII turut hadir dalam forum tersebut. Kehadiran berbagai pihak dinilai menjadi cerminan sinergi antara organisasi kemahasiswaan dan pemangku kebijakan daerah dalam mendorong penguatan kualitas generasi muda.
Konfercab XV kali ini mengusung tema “Memperkuat Basis Kaderisasi dan Menentukan Arah Kepemimpinan PMII Bondowoso ke Depan.” Tema tersebut menjadi pijakan dalam merumuskan arah gerak organisasi sekaligus memperkokoh sistem kaderisasi di tengah tantangan yang terus berkembang.
Dalam sambutannya, Wabup As’ad menekankan pentingnya posisi strategis mahasiswa dalam kehidupan sosial. Menurutnya, PMII memiliki peran besar dalam mencetak kader yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berintegritas dan peka terhadap persoalan masyarakat.
“Mahasiswa harus hadir sebagai agen perubahan yang mampu menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat, bukan sekadar menjadi penonton,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar kader PMII tetap menjaga nilai keislaman, nasionalisme, dan semangat kebangsaan dalam setiap aktivitas organisasi. Di sisi lain, kemampuan beradaptasi terhadap dinamika zaman dinilai menjadi kunci.
“Kader PMII harus adaptif, mampu membaca arah perubahan, serta menghadirkan gagasan yang konstruktif dan solutif bagi pembangunan daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wabup menilai penguatan kaderisasi menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas kepemimpinan ke depan. “Dari proses kaderisasi yang kuat akan lahir pemimpin yang tangguh dan berkarakter. Ini yang harus terus dijaga dan ditingkatkan,” imbuhnya.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso, lanjutnya, akan terus membuka ruang dan memberikan dukungan terhadap kegiatan positif organisasi kepemudaan, termasuk PMII, sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia di daerah.(Mulyono)








