Berita  

Truk Pengangkut Tebu Diduga Pemicu Rusaknya Jalan Desa Margomulyo Banyuwangi

Banyuwangi, FAKTUAL.CO.ID – Musim panen tebu di PT Glenmore dengan mengunakan armada angkut truk dengan muatan berat terus beraktivitas disepanjang jalan Daerah wilayah desa Margomulyo dan desa sepanjang, kecamatan Glenmore, kabupaten Banyuwangi, propinsi Jawa timur.

Aktivitas yang kurang lebih hampir 2 bulan ini menjadi perhatian beberapa penguna jalan yang terbentang di area perkebunan tebun milik PT Glenmore. Sabtu (17/6/2023)

Bebera titik jalan yang terhitung masih baru pun mulai terpantau rusak, tidak hanya itu kendaraan angkut yang kerap kali parkir memanjang menjadi persoalan tersendiri bagi penguna jalan.

BACA JUGA :
Operasi Mantap Praja Semeru 2024 Polresta Banyuwangi Gelar KRYD

Menurut penguna kendaraan roda 2 warga bumiharjo mengatakan ” saat berpapasan dengan kendaraan angkut tebut yang berjajar kami pun harus mengalah, rasa takut dan ngeri saat berada di sisi kendaraan masih terus terasa. Apalagi kondisi jalan yang sudah mulai rusak berlubang, sehingga kendaraan angkut tersebut terlihat sangat miring akibat beban muat yang tinggi,” ujar KM yang enggan di sebutkan dengan jelas jati dirinya.

KM menambahkan” selain muatan yang tinggi, adanya kendaraan yang berangkat secara beriringan sangat membahayakan penguna jalan yang lain. Di tambah lagi banyaknya batang tebu yang berserakan di jalan akan menjadi pemicu terjadinya kecelakaan. Makan memang sudah aemesti nya pihak yang bertanggung jawab lebih memperhatikan keselamatan orang lain,” ungkap KM

BACA JUGA :
Operasi Mantap Praja Semeru 2024 Polresta Banyuwangi Gelar KRYD

Hal senada di sampaikan HRD, kondisi jalan yang masih baru di perbaiki kini sudah mulai retak dan pecah pecah, sebelum adanya armada angkut tebu aspal tersebut masih baik baik saja, saya (HRD) menduga kuat akibat adanya over kapasitas angkut sebagai peyebabnya, sedangkan perbaikan jalan tersebut mengunakan uang rakyat untuk perbaikan sarana bagi masyarakat sebagai perbaikan sarana ekonomi, dan sekarang bukan karna aktifitas masayarakata melainkan rusak karna aktivitas kendaraan dari sebuah perusahaan, siapa yang akan bertanggung jawab.? ,” Jelas HRD saat di konfirmasi awak media

BACA JUGA :
Operasi Mantap Praja Semeru 2024 Polresta Banyuwangi Gelar KRYD

Menindak lanjuti hal tersebut, awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak pemdes Margomulyo tentang ketentuan dan pihak mana yang sedang melakukan aktifitas panen tebu dan apakah sudah memberikan surat pemberitahuan kepada pihak pemdes.

Akan tetapi hingga saat ini beberapa pertanyaan yang di kirim oleh awak media melalui pesan singk
at WhatsApp kepada kepala desa Aji tidak di respon dan terkesan bungkam. (Tim)