Muara Enim, FAKTUAL.CO.ID – Pekerjaan Proyek pembangunan jalan setapak kelurahan air lintang kecamatan muara enim kabupaten muara enim pada APBD tahun 2025 dengan nilai kontrak RP 249500(Dua Ratus empat puluh sembilan juta lima ratus ribu rupiah).Diduga di kerjakan asal jadi
Pasalnya, kondisi proyek jalan di Air Lintang itu pengerasannya asal jadi, batu bercampur tanah dan bekas karung semen tidak dipadati, langsung saja di cor beton. Minggu ( 14/12/2025 ).
terlihat para pekerja tidak memakai alat pelindung diri (APD) seperti helm dan sepatu keselamatan. Ironisnya, mereka hanya mengenakan sandal jepit—praktek yang sangat berbahaya dan jelas menyalahi prosedur keselamatan kerja.
Padahal, dalam anggaran proyek, biaya untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) telah dialokasikan secara jelas. Pelanggaran ini tidak hanya membahayakan pekerja, tapi juga mengangkangi regulasi negara.
“Berdasarkan temuan kami dilapangan, yang terjadi bukan masalah hasil akhir suatu pekerjaan proyek, tapi hal ini diduga adanya pembiaran oleh PPK dan Kontraktor kesalahan dalam pekerjaan jalan tersebut yang memang sudah dari awal saat pengerjaan pondasi pengerasan jalan”, tutur WL seorang kontrol Sosial di Kabupaten Muara Enim menuturkan.
Dijelaskannya, Proyek cor beton jalan, kalau sudah dilakukan pengecoran pasti terlihat bagus dan mulus di permukaannya, tapi bagaimana dengan pengerjaan pondasi dan pengerasan jalan itu, berapa volume dan ketebalannya pondasi batu nya, batu apa yang digunakan, itu juga harus sesuai RAB proyek, tidak cukup cuma melihat saat sudah di cor.
“Sudah diketahui kekuatan suatu bangunan, baik jalan maupun gedung tergantung dari kekuatan pondasi, apakah pondasi pengerasan jalan sudah sesuai komposisinya. Setahu saya pondasi pengerasan cor beton di Kabupaten Muara Enim itu adalah komposisi agregat ukuran 3×5, ukuran 2×3 dan ukuran 5×7 ditambah abu batu dengan ketebalan minimal 10 CM dan tidak pakai lagi batu kelas C (krokos)”, terangnya
Hal itu diduga kuat,ada indikasi telah terjadi kongkalikong atau konspirasi jahat antara pelaksana, ppk dan pengawas proyek karena telah terjadi pembiaran,
pelaksananya memang buru buru melakukan pengecoran semen agar kondisi pondasi jalan yang berupa batu bercampur tanah dan karung semen itu cepat tertutupi coran semen, sehingga tidak diketahui publik kondisi pondasi jalan yang sebenarna ucap,WL.
Awak media mengonfirmasi PPK melalui WhatsApp dengan nomor +62 8xxxx-3354 namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil, PPK mrmilih bungkam.
Wakil








