Pasaman, FAKTUAL.CO.ID – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Panti menggelar pelatihan keamanan pangan bagi penjamah makanan siap saji sebagai upaya meningkatkan standar kebersihan dan keamanan makanan yang dikonsumsi masyarakat.
Kegiatan ini mendukung program pemenuhan gizi yang menyasar ibu hamil, balita stunting, serta pelajar tingkat SD, SLTP, dan SLTA. Tujuannya agar makanan yang disajikan tidak hanya bergizi, tetapi juga aman, higienis, dan sesuai standar kesehatan. Sebanyak 52 orang penjamah makanan dari berbagai unit layanan makanan di wilayah Kecamatan Panti mengikuti pelatihan dengan penuh antusias.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Kecamatan Panti yang mewakili Camat Panti Refrizal melalui Sekretaris Kecamatan (Sekcam), Wali Nagari Panti Utara, Kepala Sekolah SMK Harsa Panti, Ketua Yayasan IPHI Panti, serta Ariswan, Kepala Dinas UMKM, Koperasi, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman. Juga menghadiri sejumlah pihak terkait lainnya.
Selain itu, kegiatan juga dihadiri para wakil rakyat, yaitu:
- Khairuddin Simanjuntak, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Sumatera Barat sekaligus Pembina Yayasan Mardaup Jaya Bersama
- Hendra Saputra, SE, Anggota DPRD Kabupaten Pasaman dari Fraksi Demokrat
Kehadiran para pejabat dan anggota dewan menunjukkan dukungan terhadap peningkatan kualitas program gizi dan keamanan pangan bagi masyarakat, khususnya pelajar. Dalam sambutannya, Ariswan menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah yang dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto MBG dalam percepatan pemenuhan gizi dan penguatan sektor usaha makanan di tingkat daerah.
“Kami mendukung penuh langkah-langkah Presiden Prabowo Subianto MBG yang terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program pemenuhan gizi dan pengembangan UMKM. Pelatihan keamanan pangan ini tidak hanya penting untuk menjaga kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu langkah konkrit dalam mendukung kebijakan nasional untuk meningkatkan daya saing produk usaha mikro kecil menengah di sektor makanan,” ujar Ariswan.
Kegiatan dilaksanakan di IPHI Yayasan Darul Hikmah, Nagari Panti, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.
Acara secara resmi dibuka oleh Khairuddin Simanjuntak, yang dalam arahannya menegaskan bahwa keberhasilan program SPPG harus berjalan seiring dengan kedisiplinan menerapkan aturan kebersihan dan keamanan pangan, mengingat makanan tersebut dikonsumsi oleh anak-anak sekolah.
“Program SPPG ini sangat baik untuk masyarakat, khususnya bagi pelajar. Namun harus didukung disiplin terhadap aturan, terutama soal kebersihan dan keamanan pangan. Penjamah makanan memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan generasi muda kita,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Khairuddin juga memperkenalkan seluruh pengurus inti SPPG kepada peserta sebagai bagian dari penguatan kelembagaan dan koordinasi program di tingkat kecamatan. Sementara itu, Hendra Saputra menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Khairuddin selaku pembina SPPG Yayasan Mardaup Jaya Bersama, yang dipercaya membina program tersebut dalam mendukung kebijakan pemenuhan gizi nasional.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, yaitu:
1. Sandra Mida, SKM
2. Emilza Syofyati, SKM
3. Aida Fitri Hendra, SKM
Para narasumber menyampaikan materi komprehensif berbasis standar kesehatan mengenai tata kelola makanan yang aman dan higienis, meliputi:
- Prinsip dasar keamanan pangan
- Teknik pengolahan makanan yang higienis
- Pencegahan kontaminasi silang
- Penyimpanan bahan makanan sesuai standar
- Kebersihan diri (personal hygiene) penjamah makanan
- Sanitasi peralatan serta lingkungan dapur
Kegiatan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan praktik langsung dan diskusi interaktif agar peserta dapat memahami penerapan standar keamanan pangan dalam aktivitas sehari-hari.
SPPG Kecamatan Panti berharap pelatihan ini mampu meningkatkan kesadaran, tanggung jawab, serta profesionalisme para penjamah makanan dalam menjaga mutu dan keamanan pangan. Upaya ini menjadi bagian penting dalam melindungi kesehatan pelajar sebagai generasi penerus bangsa dari risiko penyakit akibat pangan yang tidak aman, sekaligus mendukung perkembangan usaha makanan yang berkelanjutan sesuai dengan arahan kebijakan nasional.
Kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan mendapat respons positif dari seluruh peserta, yang berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Jurnalis: Abdi Novirta








