PDAM Harus Beralih dari Pipa Konvensional ke Pipa HDPE, Ini Alasannya!

Pipa HDPE
Pipa HDPE

Dalam penyelenggaraan sistem distribusi air bersih, pemilihan material pipa merupakan keputusan teknis yang sangat menentukan keandalan layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Meningkatnya kebutuhan air bersih, disertai tuntutan efisiensi dan keberlanjutan sistem, mendorong banyak PDAM di Indonesia untuk meninggalkan pipa konvensional berbahan besi maupun PVC dan beralih ke pipa HDPE (High Density Polyethylene).

1. Penurunan Tingkat Kehilangan Air (NRW)

Salah satu permasalahan utama yang dihadapi PDAM adalah tingginya tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) yang sebagian besar disebabkan oleh kebocoran jaringan. Pada pipa konvensional, kebocoran sering terjadi di area sambungan mekanis yang kinerjanya menurun seiring usia dan kondisi lingkungan.

Pipa HDPE menggunakan metode penyambungan butt fusion dan electrofusion yang menghasilkan sambungan menyatu secara permanen. Sambungan ini memiliki tingkat kedap yang tinggi, sehingga secara teknis mampu mengurangi potensi kebocoran dan meningkatkan efisiensi distribusi air.

2. Ketahanan Material terhadap Korosi

Pipa berbahan logam rentan mengalami korosi akibat pengaruh air dan kondisi tanah, yang pada akhirnya menurunkan kekuatan struktur pipa. Pipa HDPE memiliki sifat non-logam dan tidak bereaksi terhadap zat kimia maupun mineral yang umum ditemukan pada tanah dan air.

Ketahanan ini menjadikan pipa HDPE lebih stabil dalam jangka panjang serta mampu menjaga kualitas air bersih tetap sesuai standar. Dari sisi teknis, umur layanan pipa HDPE dapat mencapai lebih dari lima dekade pada kondisi operasi normal.

3. Kemampuan Beradaptasi terhadap Pergerakan Tanah

Sebagai negara dengan aktivitas seismik tinggi, jaringan perpipaan di Indonesia harus mampu menyesuaikan diri dengan pergerakan tanah dan getaran. Pipa konvensional yang bersifat kaku memiliki risiko tinggi mengalami retak atau patah.

Pipa HDPE memiliki tingkat fleksibilitas yang tinggi sehingga mampu mengikuti perubahan kontur tanah dan meredam getaran tanpa menyebabkan kegagalan struktural. Karakteristik ini menjadikannya lebih andal untuk digunakan di wilayah rawan gempa dan penurunan tanah.

4. Efisiensi Biaya dalam Siklus Umur Layanan

Meskipun investasi awal pipa HDPE relatif lebih besar dibandingkan beberapa jenis pipa konvensional, biaya operasional dan pemeliharaan yang lebih rendah menjadikannya lebih efisien dalam jangka panjang. Minimnya kebocoran, berkurangnya kebutuhan perbaikan, serta umur layanan yang panjang memberikan keuntungan finansial bagi PDAM secara berkelanjutan.

5. Keamanan untuk Distribusi Air Minum

Dari sisi kesehatan, pipa HDPE telah memenuhi berbagai standar nasional dan internasional untuk distribusi air minum. Material HDPE bersifat aman, tidak melepaskan zat berbahaya, dan tidak mempengaruhi rasa maupun kualitas air. Hal ini menjadikan pipa HDPE layak digunakan sebagai komponen utama jaringan air bersih PDAM.

Berdasarkan pertimbangan teknis dan operasional, penggunaan pipa HDPE memberikan banyak keunggulan dibandingkan pipa konvensional. Ketahanan material, fleksibilitas, keamanan air, serta efisiensi biaya menjadikan pipa HDPE sebagai solusi yang tepat untuk mendukung peningkatan kinerja dan keberlanjutan sistem distribusi air bersih PDAM di masa mendatang.

banner 400x130
Penulis: Bang JagoEditor: Arik Kurniawan