Kenalkan Produk Unggulan Indonesia, LPEI Hadirkan 10 UMKM Mitra Binaan di Pertemuan G-20

Jakarta, FAKTUAL.CO.ID – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mengajak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mitra binaannya untuk mengikuti booth showcasing produk sesuai dengan kriteria tema healthy food dan sustainable product yang diusung.

Keikutsertaan 10 UMKM mitra binaan LPEI pada pameran yang akan diselenggarakan tanggal 10 hingga 13 November 2022 di Hotel Mulia Nusa Dua, Bali.

Mitra binaan LPEI sukses mempromosikan produk unggulan ekspor mereka kepada seluruh delegasi yang hadir. Baik sebagai buah tangan untuk keluarga dan kerabat ataupun untuk digunakan diri sendiri.

“Kami akan betul-betul memanfaatkan momen G-20 ini sebagai sarana perluasan akses pasar bagi mitra binaan, khususnya untuk pasar internasional. Selain itu, momen ini juga penting untuk mengenalkan produk UMKM berorientasi ekspor dan juga mengadopsi kearifan lokal yang mendunia,” ujar Direktur Eksekutif LPEI, Riyani Tirtoso.

BACA JUGA :  Kadiv Humas Polri : “Info Soal Bunker Rp900 miliar Tidak Benar”

Pernyataan ini semakin mempertegas komitmen LPEI sebagai Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan RI untuk turut berperan aktif dalam memperkenalkan produk unggulan Indonesia kepada dunia. Khususnya kepada para delegasi internasional yang hadir pada acara G20.

Di ajang pertemuan G-20 sektor finansial dan kesehatan yang akan dimulai pada 10 November, LPEI akan menghadirkan mitra binaan unggulan dari sektor kuliner, fesyen, serta tak lupa juga kesehatan dan kecantikan. Sebagian besar mitra binaan tersebut sudah menembus pasar Asia.

Bahkan ada beberapa yang berhasil menembus pasar Eropa. Yakni Mason Chocolate dari Bali yang berhasil menembus pasar Belanda dan CV Bali Ayu yang berhasil menembus pasar Prancis, Italia, dan Belanda.

“Kami sengaja menghadirkan mitra yang memang sudah tembus pasar Asia bahkan Eropa, tentu apa yang ditampilkan akan menjadi daya tarik bagi para delegasi. Karena memang mereka juga sudah kami bantu perluasan akses antara lain melalui marketplace internasional yaitu Alibaba, jadi ada potensi ekspor berkelanjutan,” beber Riyani.

BACA JUGA :  Dalam Sehari, Satresnarkoba Polres Probolinggo Tangkap 5 Pengedar Narkoba dan 72,95 Gram Sabu Disita

Lebih lanjut, Riyani mengatakan, 10 UMKM mitra binaan peserta pameran yang lolos kurasi juga turut mengusung konsep ramah lingkungan dan berorientasi pada Sustainable Development Goals (SDG) dalam menjalankan bisnisnya.

Sebagai contoh, UMKM Humbang Kriya yang berasal dari Sumatera Utara konsisten dalam menjalankan konsep eco fashion dan zero waste, selain itu mitra binaan LPEI ini mempekerjakan 60 persen tenaga kerja perempuan. Pada sektor fesyen ada juga UMKM Naralia yang sudah mengantongi sertifikat Global Organic Textile Standart (Gots) untuk bahan baku seluruh produk.

“Kami berharap 10 mitra binaan ini menjadi motivasi sekaligus inspirasi bagi UMKM lain untuk terus meningkatkan kapasitasnya dalam menghadapi pasar internasional,” tegasnya.

Unggulan pada Showcasing UMKM di Pertemuan G-20 Jakarta pada tanggal 9 November 2022, momen yang cukup penting bagi Indonesia sebagai tuan rumah. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah potensi perekonomian yang ditopang oleh adanya UMKM.

BACA JUGA :  Kasum TNI memeriksa kesiapan Operasi Yonif Raider 514/SY untuk penugasan ke Papua

Sebagaimana yang disampaikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI pada siaran persnya bahwa kontribusi UMKM mencapai 61 persen terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nasional dan mampu menyerap 97 persen dari total tenaga kerja. Hal ini menjadi modal utama untuk mendorong potensi UMKM Indonesia agar mampu menembus pasar internasional melalui saluran ekspor.

Pertemuan G-20 kali ini, UMKM diberikan kesempatan untuk hadir pada pameran yang akan dihadiri oleh para delegasi dari berbagai negara, lebih khusus lagi terdapat booth showcasing produk berorientasi ekspor sebagai sarana bagi UMKM untuk memperkenalkan produknya pada khalayak internasional.Upaya mendorong produk UMKM go global, di perhelatan tersebut. (Ana)