Dandim 0822 Dan Forkopimda Bondowoso Nobar Pagelaran Wayang Orang “Pandawa Boyong”

Bondowoso FAKTUAL.CO.ID – Komandan Kodim 0822/Bondowoso Letkol Arm Suhendra Chipta, M.Tr.Hanla., bersama Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko, SIK., menggelar Nonton Bareng (NOBAR) Pagelaran Wayang Orang “Pandawa Boyong”, bertempat di Loby Sanika Satywada Mapolres Bondowoso Jl. Veteran No. 01 Bondowoso, Minggu (15/1).

Dalam Nobar tersebut, Dandim 0822/Bondowoso Letkol Arm Suhendra Chipta, M.Tr.Hanla., bersama Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko, SIK., yang didampingi Danramil dan Kapolsek jajaran, Forkopimda Bondowoso serta anggota TNI/Polri jajaran.

Pagelaran Wayang Orang dengan Lakon “Pandawa Boyong” dengan Peran Utama Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit dan 3 Kepala Staf Angkatan.

BACA JUGA :  Meriahkan HUT KOSTRAD KE 62, SATGAS Mobile YONIF RAIDER 514/SY Bagikan Seragam Sekolah

Dalam cerita Pandawa Boyong, Bima Sema diperankan Laksamana Yudo Margono, Prabu Puntadewa diperankan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit, Bathara Guru diperankan Kasad Jenderal Dudung Abdurachman, Kasal Laksamana Muhammad Ali berperan sebagai Batara Baruna dan Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo sebagai Eyang Abiyasa, sedangkan Dewi Nagagini diperankan oleh istri Yudo Margono, Vero Yudo Margono, yang juga Ketua Umum Dharma Pertiwi.

BACA JUGA :  Polres Bondowoso, Adakan Kegiatan Santuni Anak Yatim dan Do'a Bersama

Dandim 0822/Bondowoso menjelaskan, dalam Pagelaran Wayang Orang “Pandawa Boyong” mempunyai makna yang luas buat kita semua sebagai warga negara Indonesia dalam menjaga keutuhan NKRI.

Dari cerita wayang orang, kita dapat belajar dari perjuangan. Pandawa yang merupakan lambang kehidupan. kita sebagai Apkowil yang juga bagian dari masyarakat untuk lebih memahami, menghayati, dan mengamalkan semangat serta nilai-nilai Pancasila yang diwakili oleh masing-masing sosok para Pandawa Lima.

BACA JUGA :  Bangkitkan Semangat Olahraga Warga Kenyam, Satgas Yonif R 514/SY bagikan Sarana Olahraga

“Pagelaran Wayang Orang ini merupakan salah satu warisan budaya lokal yang harus di jaga dan dilestarikan dari masa ke masa sampai dengan ke Generasi Muda selanjutnya,” pungkas Letkol Arm Suhendra. (Rhman).