News  

Dandim 0822 Bondowoso Hadiri Rakor Pupuk Bersubsidi Tahun 2024

Bondowoso, FAKTUAL.CO.ID – Dandim 0822 dan Forkopimda Bondowoso menghadiri kegiatan rapat koordinasi pupuk bersubsidi Tahun 2024 Komisi pengawasan pupuk dan pestisida (KP3) Kabupaten Bondowoso bertempat di Hotel Grand Padis Jl. A.Yani No 28 kelurahan Badean Kec/Kab. Bondowoso yang diselenggarakan oleh Kepala Dinas Pertanian Bondowoso Hendri Widotono, S.Pt., M.P., Kamis (18/1/2024).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pj. Bupati Bondowoso Drs. Bambang Soekwanto, MM., Dandim 0822/Bondowoso Letkol Arm Suhendra Chipta, M.Tr. Hanla., Kajari Bondowoso Djakiyul Fikri, SH., MH., Ketua DPRD Bondowoso H. Ahmad Dhafir, Pj. Sekda Bondowoso Haeriyah Yuliati, S.Sos., Kasatreskrim Polres Bondowoso AKP Joko Santoso, SH., Kasatpol PP Bondowoso Slamet Yantoko, MM., dan Kepala Dinas Pertanian Hendri Widotono, S.Pt., M.P., serta Manager PT. Pupuk Indonesia Wilayah Jatim Bapak Yoyok.

Dalam arahan Pj. Bupati Bondowoso menyampaikan, “Pupuk bersubsidi adalah pupuk yang pengadaan dan penyalurannya mendapat subsidi dari Pemerintah untuk kebutuhan petani yang dilaksanakan atas dasar program Pemerintah.

BACA JUGA :  Dandim 0822 Bondowoso Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Periode 1 April 2024 Dan Wisuda Purna Wira

Berkurangnya jatah pupuk di Bondowoso, diharapkan untuk petani dapat memaklumi tentang ini. Harapan kami mudah mudahan kebelakangnya tidak ada lagi permasalahan tentang pupuk bersubsidi ini.

BACA JUGA :  Kejari Dumai Pastikan Distribusi dan Penyimpanan Beras Impor Bulog Aman

Pemerintah mengadakan Pupuk subsidi ini agar rakyat dapat meningkatkan pendapatan dan meningkatkan kualitas pertanian. Dan alokasikan untuk satu desa satu kios.

Bupati menambahkan, “Untuk PPL diharapkan mendampingi para petani, dan PPL bisa lebih maksimal lagi jika 1 PPL menangani 1 desa, dengan begitu PPL dapat mengetahui para petani mana yang membutuhkan jatah pupuk subsidi.

BACA JUGA :  KPH Bondowoso Kembali Salurkan Bantuan Paket Sembako Untuk Para Santri (SAHMASY) Desa Botolinggo

Untuk kartu tani yang sudah tersebar ada 33.000. Jika kartu ini direalisasikan, Distributor dan kios tidak akan bisa memainkan data di lapangan.
Nanti kedepannya masing-masing kios/distributor di sediakan mesin EDC, agar para petani pada saat ambil jatah pupuk/memasukkan kartu ke mesin EDC sesuai dengan jatahnya dan distributor tidak dapat memainkan data,” pungkas Drs. Bambang Soekwanto, MM. (Rahman).

**) IIkuti berita terbaru FAKTUAL.CO.ID di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.