Berita  

Perhutani Bondowoso Perkuat Standar Tebangan 2026 Lewat Job Training di Petak 65g Klabang

Upaya memperkuat kualitas produksi kayu sekaligus menjaga prinsip kelestarian hutan terus dilakukan Perum Perhutani KPH Bondowoso. 1902/26.

BONDOWOSO, FAKTUAL.CO.ID – Upaya memperkuat kualitas produksi kayu sekaligus menjaga prinsip kelestarian hutan terus dilakukan Perum Perhutani KPH Bondowoso. 1902/26.

Salah satunya melalui pelaksanaan Job Training Tebangan Tahun 2026 yang digelar di petak 65g tebangan A Jati 2026, RPH Brebes, BKPH Klabang.


Kegiatan ini difokuskan pada penyamaan persepsi teknis di lapangan serta penguatan kompetensi sumber daya manusia dalam pelaksanaan tebangan sesuai standar pengelolaan hutan produksi lestari.


Sejumlah jajaran struktural turut hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari Wakil Administratur, Kepala Seksi, Kepala Sub Seksi, Asisten Perhutani (Asper), KRPH, Mandor Tebang, hingga Pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Maju Sejahtera. Kehadiran lintas unsur ini menegaskan pentingnya koordinasi dan sinergi dalam setiap tahapan produksi.

BACA JUGA :
Bangun Generasi Muda Demi Masa Depan yang Berkualitas Bersama Kasdim 0822 Bondowoso


Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menegaskan bahwa job training bukan sekadar agenda rutin, melainkan instrumen pengendalian mutu di lapangan. Mulai dari penataan areal kerja, teknik penebangan yang tepat, hingga tertib administrasi hasil hutan menjadi fokus utama evaluasi dan pembelajaran.

BACA JUGA :
Program Rutilahu Kodim 0822 Bondowoso Dikunjungi Tim Wasev Kodam V/Brawijaya


“Seluruh proses tebangan harus berjalan sesuai kaidah teknis, mengutamakan keselamatan kerja, serta tetap menjaga tegakan tinggal dan fungsi ekologis hutan,” tegasnya.


Ia juga mengingatkan bahwa efisiensi operasional dan akuntabilitas menjadi kunci dalam mendukung pencapaian target produksi tahun 2026, tanpa mengesampingkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.


Dari sisi kemitraan, Ketua LMDH Maju Sejahtera Desa Leprak, Kusnianto, menyambut positif pelibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara Perhutani dan LMDH menjadi fondasi penting dalam menciptakan pengelolaan hutan yang tertib, aman, dan berdampak ekonomi bagi warga sekitar kawasan hutan.

BACA JUGA :
Sebagai Narasumber, Kasdim 0822 Bondowoso Hadiri Rakor Binwasgar Pemdes Tahun 2024


“Kami berharap sinergi ini terus diperkuat agar kegiatan tebangan berjalan lancar sekaligus tetap menjaga keberlanjutan hutan,” ujarnya.


Melalui Job Training Tebangan 2026 ini, KPH Bondowoso menegaskan komitmennya untuk menghadirkan produksi kayu yang profesional, terukur, dan tetap berpijak pada prinsip kelestarian, keselamatan kerja, serta tata kelola yang transparan. (*)

banner 400x130